Fri. Jun 14th, 2024

LTLS Tebar Dividen Rp 35 per Saham, Cair 13 Juni 2024

By admin Jun11,2024 #dividen #laba #LTLS #Saham

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Produsen bahan kimia umum dan khusus, PT Lautan Luas Tbk (LTLS), akan membagikan dividen tahun buku 2023 senilai Rp 52,14 miliar atau setara Rp 35 per saham kepada investor.  Sebagai referensi, Lautan Luas sendiri menawarkan saham setiap tahunnya. 

“Dividen kami yang konsisten mencerminkan komitmen kami untuk memberikan nilai berkelanjutan dan manfaat jangka panjang kepada pemegang saham kami. Kami berkomitmen untuk terus menciptakan nilai tambah tertinggi bagi pemangku kepentingan dengan fokus kuat pada pertumbuhan bisnis berkelanjutan,” jelas Investor PT Lautan Luas Tbk. Relasi Eurike Hadijaya dalam keterangan resmi, Kamis (30/5/2024).

Pendapatan dividen atas saham S.A. diharapkan pada bulan Juni 2024. 

Pada tahun 2023, PT Lautan Luas tbk (LTLS) mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,32 triliun. Pendapatan LTLS ini disumbang oleh pendapatan tiga pilar bisnis Lautan Luas, distribusi Rp3,49 triliun, produksi Rp3,32 triliun. triliun, dan pendapatan jasa. Rp504,98 miliar.

Begitu pula dengan pendapatan LTLS yang turun 49,86% menjadi Rp 160,94 miliar pada tahun 2023, dari Rp 321,01 miliar tahun lalu pada tahun 2022. Kinerja keuangan kuartal I 2024 

PT Lautan Luas Tbk (LTLS) membukukan pendapatan sebesar Rp 87,53 miliar pada kuartal I (Q1) 2024. 50,74 miliar. 

Pertumbuhan pendapatan LTLS pada Q1 2024 dengan pendapatan mencapai Rp 1,92 triliun. Pendapatan saat ini meningkat 3,5% secara tahunan dari Rp 1,85 triliun. Selain itu, perseroan juga memperoleh pendapatan operasional lainnya dan capital gain masing-masing sebesar Rp 80,86 miliar dan Rp 701 juta.

Rekam jejak kami luar biasa, dan kami bisa terus menjadi lebih baik. “Kami sedang mengevaluasi peluang pertumbuhan baru dan kami optimis terhadap masa depan Lautan Luas,” kata Eurike.

 

Sebelumnya, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mengumumkan kinerja tahun buku 2023 yang berakhir pada 31 Desember 2023. Saat ini perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,32 triliun. Jumlah tersebut turun menjadi 7,14 persen dari tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp 7,88 triliun.

Mengawali laporan keuangan perseroan pada penyajian informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/3/2024), perseroan mengumumkan harga barang dan jasa yang dijual pada tahun 2023 sebesar Rp 6,13 triliun. turun dari Rp. 6,37 triliun pada tahun 2022. Dengan demikian, pendapatan pada tahun 2023 ditetapkan sebesar Rp1,19 triliun, turun dari tahun 2022 sebesar Rp1,51 triliun.

Pada periode tersebut, Lautan Luas mencatatkan beban usaha sebesar Rp838,05 miliar, beban usaha lainnya sebesar Rp21,88 miliar, dan beban usaha lainnya sebesar Rp21,87 miliar. Sementara itu, perseroan membukukan laba Rp2,91 miliar, beban keuangan Rp95,76 miliar, dan sebagian kerugian perusahaan afiliasi Rp23,05 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak final dan pajak penghasilan, perseroan membukukan laba tahun ini kepada pemilik induk sebesar Rp 160,94 miliar. Turun 49,86 persen dari Rp321,01 miliar pada tahun 2022. Aset pada tahun 2023 turun menjadi Rp5,63 triliun dari tahun 2022 sebesar Rp6,09 triliun.

Liabilitas pada tahun 2023 turun menjadi Rp2,66 triliun dari Rp3,1 triliun pada tahun 2022. Ekuitas turun tipis menjadi Rp2,97 triliun pada tahun 2023 dari Rp2,98 triliun pada tahun 2022.

Pada akhir perdagangan Jumat 14 Maret 2024, saham PT Lautan Luas Tbk (LTLS) turun 2,99 persen menjadi Rp 1.135 per saham. Saham LTLS dibuka pada harga Rp 1.170 per saham. Saham LTLS berada pada harga tertinggi Rp 1.180 dan terendah masing-masing Rp 1.135. Total frekuensi perdagangan sebanyak 42 kali dengan volume perdagangan 1.529 lembar saham. Nilai jual Rp 175,8 juta.

 

 

Sebelumnya diberitakan, pada tahun 2023 Indonesia diprediksi akan menghadapi badai perekonomian global. Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih tinggi yaitu 4,5-5,3 persen pada tahun 2023 dan 4,7-5,5 persen pada tahun 2024.

Sementara itu, inflasi sebagian besar akan terkendali dan diperkirakan akan turun dan kembali ke sasarannya sebesar 3,0±1 persen pada tahun 2023 dan 2,5±1 persen pada tahun 2024.

Dari sisi industri riil, pertumbuhan sektor industri dapat terus berlanjut pada tahun 2023. Kementerian Perindustrian memperkirakan pertumbuhan produk bruto (PDB) industri manufaktur nasional pada tahun 2022 mencapai 5,01 persen, dan pada tahun 2023 diperkirakan sebesar 5,01 persen. 5,1-5,4 persen.

Investor Relations Lautan Luas Eurike Hadijaya mengatakan, mengenai prakiraan perekonomian Indonesia ke depan, perusahaannya akan tetap bertahan. Pada saat yang sama, dia mengaku mewaspadai fluktuasi makro. 

“Dengan berbagai langkah yang dilakukan pemerintah, pertumbuhan ekonomi harus tetap baik. Kami yakin operasi Lautan Luas akan terus berkembang pada tahun 2023, sesuai dengan berbagai kebijakan strategis yang disiapkan pemerintah,” kata Eurike dalam keterangannya. pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (13/1/2023).

 

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *