Mon. May 20th, 2024

MG Indonesia Bakal Boyong MPV Listrik Maxus 9

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Morris Garage (MG) Motor Indonesia siap memboyong MPV listrik berukuran besar, Maxus 9. Model ramah lingkungan ini kemungkinan akan diperkenalkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 pada 15 Februari mendatang.

“Apakah MG Maxus 9 EV atau model tak kalah inovatifnya sudah menunggu untuk diperkenalkan? Kami mengajak Anda melihat kejutan yang telah kami siapkan,” kata Direktur Pemasaran dan Humas MG Motor Indonesia Arief Syarifudin dalam keterangan resmi, Jumat. (2/2/2024).

MG Maxus 9 merupakan mobil keluarga ramah lingkungan dengan baterai lithium-ion 90kWh yang menjanjikan jarak tempuh hingga 540 km dalam sekali pengisian daya.

Selain itu, mobil yang mendapat rating keselamatan bintang 5 dari EURO NCAP ini digadang-gadang bakal menjadi kandidat menarik perhatian di IIMS 2024.

Namun apakah kehadiran MPV listrik premium ini di Indonesia hanya sekedar rumor atau justru menjadi kenyataan yang mampu mengubah lanskap kendaraan listrik di tanah air?

“Dengan desainnya yang futuristik, performa impresif, dan kenyamanan tinggi, MG Maxus 9 jelas merupakan kandidat yang cocok. Namun apakah akan kami perkenalkan di IIMS 2024? Nantikan informasi selengkapnya,” tambah Arief.

MG Motor Indonesia memulai produksi dua mobil listrik di Indonesia, MG4 EV dan MG ZS EV. Kendaraan ramah lingkungan produksi Indonesia ini siap diekspor ke Australia pada tahun ini.

Menurut Direktur Pemasaran dan Humas MG Motor Indonesia Arief Syarifudin, model pertama yang dikirim ke Negeri Kanguru adalah MG ZS EV.

“Iya (ekspor ke Australia), tapi yang diprioritaskan adalah MG ZS EV pada kuartal IV 2024. Sedangkan untuk MG4 EV terutama untuk pasokan dalam negeri,” jelas Arief saat ditemui di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ia menambahkan, ekspor MG4 EV kemungkinan akan dilakukan pada tahun 2025. Sementara untuk negara sasaran ekspor, MG Motor Indonesia juga akan menyasar beberapa negara lain di Asia Tenggara.

“Kita punya Vietnam, Filipina, termasuk Australia. Tujuan kita adalah mengalokasikan 30 persen dari seluruh kapasitas produksi kita untuk kebutuhan ekspor,” tambah Arief.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *