Mon. May 20th, 2024

Ramai Soal Nikel, Ternyata Regulasinya di Indonesia Belum Mendukung

matthewgenovesesongstudies.com, JAKARTA – Perdebatan mengenai nikel sebagai bahan baku sebagian besar pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia kembali mengemuka. Pasalnya, Calon Wakil Presiden (Kawa Press) nomor urut 2 Gibran Rakabumin Raka sempat disebut-sebut dalam debat di Kawa Press belum lama ini.

Bahkan, putra Presiden Jokowi itu sempat menyinggung salah satu tim pemenangan calon presiden (Kapre) dan calon wakil presiden pertama Anies Muhaimin, Lithium Iron Phosphate (LFP). Lunbang. Merupakan salah satu alternatif pengganti nikel sebagai bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik.

Namun, peraturan di Indonesia belum mendukung logam nikel, menurut peneliti di Institute of Economic and Financial Development (INDEF).

Andri Satrio Nugroho, Direktur Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi INDEF, mengatakan keadilan ini karena peraturan di Indonesia tidak mengecualikan peraturan nikel.

Andrei mencontohkan Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden (PP) baru tentang perbaikan ekosistem kendaraan listrik. Namun sayangnya, tidak ada satu pun bab atau paragraf dalam PP ini yang menekankan pada ekosistem kendaraan listrik yang menggunakan baterai nikel.

“Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) ada diskon. Semua (pajak) dipotong. Kalau mau beli mobil listrik, belilah mobil listrik. Tapi harus beli mobil listrik berbahan dasar nikel. Kami akan melakukannya.” tidak mendatangi Andre pada hari Senin ( Said dalam diskusi tanggapan INDEF pada debat keempat yang disiarkan pada 22 Januari 2024).

“Kalau dilihat dari regulasi (Indonesia) sendiri, menurut saya peraturan tersebut kurang ramah terhadap nikel,” ujarnya.

Andre menegaskan, Tesla milik Elon Musk masih menggunakan nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.

Sementara Gigafactory Tesla di Shanghai, China, menggunakan lithium iron phosphate (LFP) seluruhnya untuk memproduksi baterai kendaraan listrik.

BTW, LFP tidak menggunakan nikel apa pun dan merupakan baterai yang murah.

“Produsen akan beralih dari nikel ke litium besi fosfat pada awal tahun 2024, namun Indonesia belum terlalu menyadarinya,” jelas Andriy.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *