Thu. May 23rd, 2024

Pemimpin Al Qaeda Yaman Khalid al-Batarfi Meninggal, Penyebabnya Misteri

matthewgenovesesongstudies.com, Sana’a – Pemimpin cabang al-Qaeda di Yaman, Khalid al-Batrabi, meninggal dunia. Hal itu dibenarkan kelompok militan tersebut pada Minggu (10/3/2024) malam.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memberikan hadiah $5 juta untuk kepala Khalid al-Batrabi. Menurut AP, Senin (11/3/2024), kepribadiannya telah lama dianggap sebagai pemimpin cabang paling berbahaya al-Qaeda.

Al-Qaeda telah merilis video yang menunjukkan jenazah Khalid al-Battarafi dibungkus dengan bendera hitam putih kelompok tersebut. Tidak ada rincian penyebab kematiannya dan wajahnya tidak menunjukkan tanda-tanda trauma.

Khalid al-Batrabi diyakini berusia awal 40-an.

Pengumuman meninggalnya Khaled al-Batrabi keluar pada saat Ramadhan, sedangkan puasa pertama di Yaman dilaporkan pada hari Senin.

Dalam pengumumannya, al-Qaeda di Yaman mengatakan Saad bin Atif al-Awlaki akan mengambil alih dan pemimpin baru tersebut secara terbuka menyerukan serangan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.

AS menilai Saad bin Atif Al Awlaki sebesar $6 juta.

Cabang Al-Qaeda di Yaman telah dipandang oleh Amerika Serikat sebagai cabang jaringan teroris yang paling berbahaya sejak upaya pemboman sebuah pesawat komersial Amerika pada tahun 2009. Mereka juga mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan tahun 2015 di Paris pada majalah mingguan satir Prancis Charlie Hebdo.

Khalid al-Batrabi mengambil alih jabatan kepala cabang al-Qaeda di Yaman, yang dikenal dengan akronim AQAP, pada Februari 2020, menggantikan Qasim al-Raimi, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS yang diperintahkan oleh mantan Presiden Donald Trump. Truf.

Al-Raimi mengaku bertanggung jawab atas serangan tahun 2019 di Pangkalan Udara Angkatan Laut AS Pensacola, yang menewaskan tiga pelaut AS.

Adapun Khalid Al-Batrabi lahir di Riyadh, Arab Saudi. Dia melakukan perjalanan ke Afghanistan pada tahun 1999 dan berjuang bersama Taliban selama invasi pimpinan AS.

Menurut intelijen AS, ia bergabung dengan AQAP pada tahun 2010 dan memimpin pasukan untuk merebut provinsi Abyan di Yaman.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *