Mon. May 20th, 2024

Penyebab Urine Berwarna Kuning Akhirnya Terpecahkan

By admin May15,2024 #ginjal #urine #Urine kuning

matthewgenovesesongstudies.com, Bandung – Setelah menjadi misteri yang belum terpecahkan selama 100 tahun, para ilmuwan medis akhirnya mengetahui penyebab urine Alisa berwarna kuning.

Hingga saat ini kita sering bertanya-tanya mengapa warna urine yang keluar dari tubuh berwarna kuning? Kuning gelap atau terang.

Kini kita bisa bernapas lega, karena misteri penyebab urine berwarna kuning sudah terkuak.

Dikutip dari The Good Doctor Senin 29 April 2024 Urin atau isi urin merupakan campuran air, elektrolit, dan racun atau sisa hasil penyaringan oleh ginjal.

Mengapa urin normal biasanya berwarna kuning? Faktanya, sekelompok ilmuwan menemukan keberadaan urobilin melalui penelitian pada tahun 1868.

Namun, dari mana asal urobilin dan cara pengolahannya masih menjadi misteri selama lebih dari satu abad hingga akhirnya terungkap baru-baru ini.

Sebuah tim peneliti dari Universitas Maryland dan Institut Kesehatan Nasional AS telah mengidentifikasi enzim mikroba yang memberi warna kuning pada urin yang diproduksi tubuh. Enzim ini dikenal sebagai bilirubin reduktase (BilR), yang merupakan bagian dari mikrobioma usus.

“Penemuan enzim ini akhirnya memecahkan misteri warna kuning urin,” kata Brantley Hall, peneliti utama studi tersebut. Hasil tersebut dipublikasikan di Nature Microbiology Journal pada 3 Januari 2024.

Selama reduksi bilirubin, sebelum dikeluarkan dari tubuh, BilR mengubah bilirubin menjadi urobilinogen.

“Urobilinogen kemudian secara spontan dipecah menjadi molekul yang disebut urobilin, yang bertanggung jawab atas warna kuning yang kita semua tahu,” jelas Hall.

Urobilin telah lama dikaitkan dengan warna kuning pada urin. Namun, cara produksi urobilin baru ditemukan oleh kelompok penelitian setelah lebih dari satu abad.

Mengenai keberadaan BilR, hasil analisis metagenom usus manusia yang dilakukan oleh kelompok peneliti menunjukkan bahwa BilR umumnya terdapat di usus orang dewasa yang sehat.

Namun, prevalensi gen tersebut jauh lebih rendah pada pasien dengan penyakit radang usus (IBD) dan pada anak-anak, terutama pada beberapa bulan pertama kehidupan.

Hal inilah yang menjadi alasan kuat mengapa bayi baru lahir sangat rentan terkena penyakit kuning. Kemudian BilR baru muncul saat bayi berusia satu tahun.

Bilirubin adalah produk sampingan sel darah merah, yang warnanya menghilang setelah usia enam bulan.

Pada kadar sedang, bilirubin berperan sebagai antioksidan, sehingga potensi manfaat kesehatannya sangat besar.

Sebaliknya, jika konsentrasi bilirubin serum dalam tubuh meningkat, justru bisa menjadi racun bagi tubuh. Karena dapat menyebabkan penyakit kuning dan kerusakan saraf.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga produksi bilirubin dan metabolisme mikrobiota usus. Salah satu upayanya adalah mengurangi atau menguranginya dengan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

Bersama dengan molekul organik lain dalam empedu, seperti kolesterol dan asam empedu, bilirubin dikeluarkan ke usus untuk dikeluarkan atau diserap kembali oleh tubuh.

Selain menjawab misteri mengapa urine berwarna kuning, penemuan enzim BilR semakin memperkuat bukti peran mikroorganisme usus dalam metabolisme bilirubin.

Para peneliti juga berhipotesis bahwa kekurangan bilirubin reduktase dapat menyebabkan penyakit kuning dan pembentukan batu empedu pada bayi.

Penemuan enzim BilR juga dianggap sebagai penyelidikan bagaimana keberadaan bakteri di usus mempengaruhi kadar bilirubin yang bersirkulasi, termasuk gangguan kesehatan yang ditimbulkannya, yakni penyakit kuning.

Warna urine atau disebut juga urine dapat dijadikan sebagai indikator kesehatan. Awalnya, semakin kuning warna urin Anda, semakin muda atau memudar, yang berarti Anda tetap terhidrasi dengan baik.

Urin mengandung pigmen kuning, itulah sebabnya warna kuning tetap ada pada urin bahkan dalam keadaan terhidrasi.

Apalagi jika Anda mengalami dehidrasi, warna urine Anda akan tampak kuning tua atau bahkan coklat muda.

Selain itu, warna urine juga bisa dipengaruhi oleh makanan dan obat yang dikonsumsi. Pasalnya pigmen yang dilepaskan dari kedua zat tersebut saat buang air kecil. Berikut 7 warna urine dan penjelasannya:

1. Bersih

Warna urine yang terang menandakan Anda minum lebih banyak air daripada asupan yang disarankan.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah hal yang baik, namun dampak negatif dari minum terlalu banyak adalah elektrolit juga ikut terbuang oleh tubuh.

Jangan khawatir jika urine Anda tampak jernih untuk sementara waktu. Kurangi asupan cairan Anda jika warna urin Anda yang terang bertahan lama.

2. Penyakit kuning

Normalnya, spektrum warna urine berwarna kuning muda. Pigmen berwarna ini semakin hilang seiring Anda minum lebih banyak air.

Urokrom, atau pola warna urin, diproduksi oleh tubuh saat memecah hemoglobin, atau protein pembawa oksigen dalam sel darah merah.

Dalam keadaan normal, warna urin bergantung pada seberapa encer pigmen ini. Jika Anda memiliki terlalu banyak vitamin B dalam aliran darah Anda, urin Anda akan berubah menjadi kuning neon.

3. Merah atau merah muda

Urine bisa berubah menjadi merah atau merah muda jika Anda mengonsumsi buah-buahan yang mengandung pigmen alami berwarna merah tua atau magenta. Buah-buahan ini termasuk bit, rhubarb, dan blueberry.

Urin dengan warna ini juga bisa disebabkan oleh gangguan kesehatan. Beberapa masalah kesehatan dapat menyebabkan terlihatnya darah pada urin, yang merupakan gejala hematuria.

Masalah kesehatan lainnya termasuk pembesaran prostat, batu ginjal, kandung kemih, dan tumor ginjal.

4. Jeruk

Jika urine Anda berwarna oranye, itu mungkin tanda dehidrasi. Namun kondisi ini bisa terjadi karena adanya masalah pada kandung empedu dan hati. Apalagi jika feses atau feses Anda berwarna terang.

Selain itu, penyakit kuning atau jaundice juga bisa menyebabkan warna urin menjadi oranye.

5. Biru atau hijau

Urine berwarna biru atau hijau bisa disebabkan oleh pewarna makanan. Selain itu, warna ini juga bisa disebabkan oleh pewarna yang digunakan selama pemeriksaan medis ginjal atau kandung kemih.

Selain itu, infeksi bakteri Pseudomonas aeruginosa juga dapat menyebabkan warna urine berubah menjadi biru, hijau, atau bahkan ungu nila.

Pada umumnya warna-warna tersebut sangat jarang terjadi dan selalu dikaitkan dengan asupan makanan.

6. Cokelat hitam

Dalam banyak kasus, urin berwarna coklat tua menunjukkan masalah dehidrasi.

Warna ini juga bisa disebabkan oleh efek samping obat tertentu, seperti metronidazol dan klorokuin.

Jika Anda makan banyak rhubarb, lidah buaya, atau kacang fava, urine Anda mungkin berubah warna menjadi coklat tua.

Selain itu, warna urine ini juga bisa disebabkan oleh kondisi medis yang disebut porfiria.

Kondisi kesehatan ini dapat menyebabkan penumpukan bahan kimia di aliran darah sehingga menyebabkan urine berubah warna menjadi coklat tua.

Anda juga harus mewaspadai penyakit hati, karena empedu dapat masuk ke dalam urin dan berubah warna.

7. Warna Awan

Jika urine Anda keruh, bisa jadi itu pertanda infeksi saluran kemih. Warna ini juga bisa menjadi gejala penyakit kronis dan masalah ginjal, meski juga bisa menjadi tanda dehidrasi.

Urine yang keruh dan berbusa disebut juga pneumaturia. Kondisi ini mungkin merupakan gejala dari masalah kesehatan yang serius.

Beberapa penyakit yang menimbulkan gejala tersebut adalah penyakit Crohn atau divertikulitis. Namun, terkadang dokter tidak bisa menjelaskan penyebab urin yang juga mengeluarkan busa tersebut.

Inilah tujuh warna urine yang bisa menandakan kesehatan tubuh Anda. Dalam kondisi cuaca yang sangat panas saat ini, akan lebih baik jika tubuh terlindungi dengan baik.

Jangan lupa membawa air minum kemanapun Anda pergi. Jaga kesehatan dan jangan lupa berdoa.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *