Fri. Jun 14th, 2024

Pria Inggris Pemberi Ulasan Jelek ke Restoran di Thailand Terancam Penjara 2 Tahun

matthewgenovesesongstudies.com, Bangkok – Seorang pria baru-baru ini ditangkap di Thailand karena diduga merusak sebuah restoran di Phuket. Warga Inggris itu menghadapi hukuman dua tahun penjara karena tindakan ini.

Peristiwa itu bermula pada Jumat (17/5/2024) ketika ia memposting ulasan bintang 1 (buruk) secara online setelah berdebat dengan pemilik restoran, menurut ODT Central.

Warga Inggris berusia 21 tahun itu ditangkap di Thailand awal bulan ini. ketika polisi menggerebek rumahnya di Bangkok Namun kejadian yang berujung penangkapannya terjadi saat ia sedang menginap di rumah kontrakan pada tahun 2022 di Phuket.

Menurut laporan media Thailand Pria yang dikenal sebagai Alexander menemukan cara termudah untuk sampai ke rumahnya adalah di restoran Italia. Dan dia tidak ragu menggunakannya.

Ketika pria itu melewati restoran itu beberapa kali dalam sehari. Pemilik toko menghampirinya dan meminta untuk menggunakan jalan umum. Sebab pria tersebut bukanlah pelanggan berbayar yang mengganggu tamu.

Setelah perdebatan sengit singkat Pemilik restoran kemudian mengetahui bahwa peringkat bisnisnya di Google turun dari 4,8/5 menjadi 3,1/5 karena beberapa ulasan bintang 1 palsu. Dia mengajukan keluhan terhadap pria Inggris itu. Alexander diduga berada di balik kampanye fitnah online tersebut.

Tidak jelas bagaimana polisi Thailand menentukan Alexander bertanggung jawab atas ulasan negatif online tersebut. Namun surat perintah penangkapan dikeluarkan atas namanya pada Agustus 2023.

Alasannya adalah orang tersebut memasukkan informasi yang salah ke dalam sistem komputer dengan cara yang merugikan orang lain tetapi tidak pernah melakukan pencemaran nama baik berdasarkan hukum pidana di Thailand.

Letkol Chomprit Kaureng mengatakan Alexander, 21, ditangkap di Bangkok. dan ditahan oleh polisi di Kantor Polisi Sakhu, utara Phuket.

Dia membantah tuduhan itu selama penyelidikan. Namun, mereka mungkin menghadapi hukuman hingga dua tahun penjara jika terbukti bersalah.

Tahun ini, pada tahun 2020, seorang turis Amerika menghadapi tuntutan serupa berdasarkan undang-undang anti-pencemaran nama baik yang ketat di Thailand. Dari memposting ulasan Trip Advisor dan menuduh sebuah resor di Phuket melakukan ‘perbudakan modern’

Mereka ditangkap tetapi segera dibebaskan setelah meminta maaf atas tindakan mereka.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *