Mon. May 27th, 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Redmi mengumumkan akan menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen 3 di smartphone barunya.

Produsen ponsel pintar asal Tiongkok tersebut masih merahasiakan ponsel mana yang akan menggunakan chipset terbaru Qualcomm.

Dikutip GizmoChina, Kamis (21/3/2024), sejumlah rumor menyebutkan smartphone baru tersebut adalah Redmi Note 13 Turbo. Namun belum banyak bocoran mengenai smartphone Android ini.

Bocoran terbaru menyebutkan Redmi Note 13 akan ditenagai Turbo Snapdragon 8s Gen 3.

Dengan bocoran yang sesuai dengan pengumuman Redmi, sepertinya smartphone baru Redmi akan mengusung prosesor andalan dari Qualcomm.

Sekadar informasi, Redmi Note 12 Turbo hanya dijual di China, sedangkan smartphone tersebut dijual dengan nama Poco F5 di pasar global.

Redmi Note 13 Turbo kemungkinan hanya akan dijual di China, sedangkan di pasar global akan dijual dengan nama Poco F6.

Terlepas dari rumor smartphone Android baru Redmi, Xiaomi juga mengumumkan bahwa smartphone Civi 4 Pro akan dibekali chip Snapdragon 8s Gen 3.

Meski tanggal peluncuran CV4 Pro ditetapkan pada 21 Maret, namun masih belum ada kabar apakah smartphone baru Xiaomi Redmi juga akan diluncurkan di hari yang sama.

Sedangkan Xiaomi 15 merupakan ponsel baru yang dikembangkan oleh perusahaan asal China tersebut.

Berdasarkan rumor yang beredar saat ini, penerus Xiaomi 14 akan hadir dalam tiga model yakni Xiaomi 15, Xiaomi 15 Pro, dan Xiaomi 15 Ultra.

Berdasarkan informasi yang diunggah di Weibo oleh Digital Chat Station (DCS), Xiaomi sedang menguji sensor sidik jari baru.

Mengutip via DCS Gizchina, Xiaomi akan dibekali fitur unik sidik jari ultrasonik 15 titik.

Teknologi ini dikatakan merupakan peningkatan dibandingkan pemindai sidik jari optik tradisional yang ditemukan pada sebagian besar ponsel Android saat ini.

Menurut DCS, teknologi sidik jari satu titik ultrasonik “Huiding” akan memasuki fase NPI (Pengenalan Produk Baru) baru pada bulan April.

Informasinya, pemindai sidik jari ultrasonik menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat peta 3D sidik jari pengguna.

Dilengkapi dengan teknologi ini, sensor sidik jari pada ponsel Android lebih akurat dan aman dibandingkan pemindai optik.

Di sisi lain, HyperOS menonaktifkan pemutaran video dengan layar mati, fitur ini dapat memutar video di latar belakang meski layar mati.

Menurut Xiaomi, fitur tersebut dihilangkan demi memenuhi regulasi yang telah ditetapkan. Salah satu perusahaan yang mungkin menanyakan hal ini adalah Google.

Pasalnya Google menawarkan kemampuan tersebut melalui YouTube Premium. Jadi pemain dengan langganan YouTube berbayar dapat mendengarkan video meski layar mati.

“Sehubungan dengan peraturan, dengan menyesal kami menginformasikan kepada Anda bahwa kami telah menghapus fungsi ‘Putar video dengan layar mati’ di alat video dan fungsi ‘Tutup layar’ di Kotak Peralatan Game melalui pembaruan over-the-air (OTA),” tulis Xiaomi.

Menurut Xiaomi, fitur tersebut telah dihilangkan melalui pembaruan yang diluncurkan kepada pengguna yang menjalankan HyperOS, termasuk berbagai perangkat yang menjalankan MIUI seperti MIUI 12, MIUI 13, dan MIUI 14.

Dengan dihilangkannya fitur ini, maka pengguna perangkat Xiaomi yang sebelumnya dapat memutar video di latar belakang dengan layar mati tidak dapat lagi melakukannya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *