Thu. Jun 20th, 2024

Soal Capim KPK, Alexander Marwata: Semakin Tidak Memiliki Afiliasi Lebih Bagus

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata berharap calon pimpinan (capim) KPK selanjutnya bersikap netral. Sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pihak manapun.

Pengalaman saya di Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai pemimpin tidak ada hubungannya dengan lembaga asalnya atau berhubungan dengan pejabat tinggi lainnya, jadi itu bagus untuk saya, kata Alexander Marwata, Selasa (14/5/2014). 2024).

Sebab, kedepannya tidak akan ada keraguan lagi dalam mengajukan perkara korupsi. Begitu pula jika ketua pelaksana berkaitan dengan pengurus dan pengurus partai politik.

“Ini pendapat saya pribadi, bisa saja para petinggi yang pernah menjalin hubungan dengan pejabat lain, termasuk pimpinan partai politik, mungkin merasa enggan berinteraksi dengan pejabat,” ujarnya.

Alex mengatakan, proses penanganan perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti halnya pimpinan, hampir dilakukan secara tertutup sehingga memungkinkan adanya intervensi dari luar. Sekali lagi, untuk menghentikan situasi. Sehingga nantinya ketika perkara tersebut dibawa ke meja kejaksaan, bisa segera diambil keputusan dengan bukti yang jelas.

“Secara default di level pimpinan pintu intervensinya hampir tertutup ya. Dalam artian negatif kalau intervensinya negatif, misalnya dari penelitian,” ujarnya.

Alex berharap jika ada Ketua KPK dari kepolisian, maka pemohonnya adalah pensiunan.

Ia pun berharap Pimpinan KPK harus memahami cara-cara berbisnis. Mengingat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap menindak banyak tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum swasta. Menurutnya, hal ini juga bisa menjadi modal untuk mengetahui hal-hal terkait korupsi, dalam perjalanannya dan lain sebagainya.

“Dia harus paham, kalau tidak paham nanti dia juga akan didakwa kan? Mungkin iya, karena dia juga harus memberi perintah kalau saat itu presiden yakin kasus itu sudah cukup bukti dan layak diadili. , jadi dia pasti tahu. “Benar,” kata Alex.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan panitia seleksi bakal calon pimpinan (pansel capim) Dewan Pemberantasan Korupsi (KPK) akan diumumkan pada Juni 2024. Ia mengaku kini sudah menyiapkan nama-nama anggota Capim KPK. panel.

“Sudah disiapkan, bulan Juni akan kita selesaikan,” kata Jokowi di Pasar Sentral Lacaria, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5/2024).

Lanjutnya, “Iya (diumumkan Juni) ini hanya rencana persiapan anggota panitia pemilu.”

Dia memastikan anggota Pansel Capim KPK akan diisi dengan angka sebenarnya. Selain itu, Jokowi juga akan memilih tokoh-tokoh yang fokus memberantas korupsi di Indonesia.

“Iya yang berkarakter baik, yang bermartabat, yang peduli pemberantasan korupsi, menurut saya banyak, tapi nanti harus kita pilih,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana memastikan nama-nama yang dipilih jujur ​​dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Nama-nama anggota Pansel Capim dan Dewas KPK masih dalam pembahasan mengingat keinginan masyarakat memiliki anggota Pansel yang jujur ​​dan adil, kata Ari kepada wartawan, Kamis (9/5/2024).

 

Ari menjelaskan, akan ada 9 nama yang akan menjadi anggota Pansel. Mereka terdiri dari 5 pemerintah dan 4 masyarakat sipil.

“Panitianya berjumlah 9 orang yang terdiri dari 5 orang dari pemerintah dan 4 orang dari masyarakat yang akan ditentukan melalui Perpres,” kata Ari.

Dia mengatakan panitia akan diberitahu pada bulan Mei. Saat ini, panitia sedang dibentuk.

Pembentukan Pansel Capim KPK sedang dalam pengerjaan dan rencananya akan diumumkan pada bulan ini, kata Ari.

 

 

 

Wartawan: Rahmat Baihaqi

Sumber: Merdeka.com

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *