Thu. Jun 20th, 2024

Terobosan Kejagung soal Pengembalian Keuangan Negara Dinilai Baik, Ini Alasannya

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Kejaksaan Agung mengalami kemajuan besar dalam penanganan kasus korupsi dengan memperhitungkan besaran kerugian ekonomi negara.

Terkait hal itu, Kuasa Hukum Suparji Ahmed memandang baik. Pasalnya, tidak hanya menangani perkara pidana.

“Jaksa Agung menegaskan keberhasilan proses penerapan undang-undang tipikor tidak hanya terjadi pada penangkapan terpidana. “Jaksa Agung tidak akan puas tanpa kemampuan memulihkan kerugian negara,” ujarnya, Kamis (25/4/2024).

Menurut Suparji, hal ini merupakan langkah pemberantasan korupsi yang patut ditiru oleh aparat penegak hukum lainnya. Kinerja baik Kejagung diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meninjau langkah Kejagung.

Menurut politikus NasDem itu, apa yang dilakukan Kejaksaan bisa menunjukkan dampak buruk dari tindakan korupsi.

Sahroni dalam keterangannya, Kamis (18/4), mengatakan, “Komisi III sangat mengapresiasi cara penghitungan kerugian seperti yang dilakukan Jaksa Agung. Memang seharusnya demikian, karena korupsi merupakan perbuatan yang menimbulkan kerugian berantai. “. /2024).

Makanya aparat penegak hukum lain juga bisa menerapkan cara serupa, sehingga semua pelaku korupsi semakin patah semangat dan semakin takut. Penggantian kerugian negara juga bisa maksimal, lanjutnya.

Selain itu, menurut Sahroni, hal ini penting karena nantinya akan dipertimbangkan oleh pengadilan sehingga berdampak pada hukuman bagi para terdakwa korupsi.

“Misalnya penambangan liar, selain merugikan negara secara materil, ada juga hutan yang dibabat habis. Tanah negara di sana rusak. Masyarakat tercemar polusi, kesehatannya juga menurun. keluar nanti di pengadilan”, kata

Menurut dia, hal ini berdampak pada pelaku korupsi.

“Agar tidak ada lagi yang masuk negara di kemudian hari, jangan ada yang menganggap kasus korupsi itu hal yang sederhana. Karena dampaknya yang membekas akan bertahan lama,” imbuhnya.

Sahroni menyatakan pihaknya akan selalu mendukung segala upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Di akhir pidatonya beliau mengatakan: “Tentu saja kami akan selalu mendukung segala sesuatu yang mengutuk korupsi dan mencegah korupsi.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mendesak Kejaksaan Agung segera mengungkap temuan penyidikan kerugian negara dalam kasus korupsi Timah.

Sebab, menurut Trubus, cerita yang beredar di masyarakat bahwa kerugian sebesar Rp 271 triliun bukanlah kerugian negara, melainkan kerugian lingkungan atau ekologi. Oleh karena itu, penyebaran rumor dapat menyesatkan masyarakat tentang kasus korupsi Timah.

“Makanya saya minta Kejaksaan segera menentukan jadwal kerugian yang sebenarnya, karena bagaimana kerugian negara bisa begitu besar. Hal ini untuk melihat secara pasti jumlah kerugian negara dan agar masyarakat memahami kasus ini dan tidak menipu. “. “opini masyarakat,” kata Trubus di Jakarta melalui keterangan tertulis, Kamis (4/4/2024).

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *