Mon. May 27th, 2024

Warga Waswas Jalan Longsor di Wilayah Kota Sukabumi Tak Kunjung Diperbaiki

Liputan.com, Sukabumi – Longsor yang terjadi di Jalan Pembangunan, Kecamatan Siburium, Kota Sukabumi yang terjadi belakangan ini belum diperbaiki, meski sudah dipasang garis pembatas di kawasan longsor tersebut.

Longsor tersebut menghancurkan separuh badan jalan yang hanya diberi rambu bencana. Berdasarkan pantauan di lokasi, material longsor tersebut tidak tergerak. Kondisi ini membuat banyak kendaraan besar harus melambat dan bergerak hati-hati akibat penyempitan jalan.

Diketahui, Jalan Pembangun merupakan pintu masuk utama kendaraan Golongan II dan kendaraan roda tiga dari Sukabumi menuju Bandung atau sebaliknya.

Alfi Ghani (35), warga sekitar mengungkapkan, belum ada tanggapan dari pihak terkait terkait kejadian longsor pada Kamis (25/4/2024). Menurut dia, petugas BPBD dan aparat kepolisian sempat mendatangi lokasi jalan yang longsor, namun hanya memasang garis pemisah yang aman.

“Iya, saya khawatir kalau lewat sana karena waktunya tepat. Apalagi di sini banyak mobil besar lewat,” kata Alfie di lokasi longsor, Rabu (1/5/2024).

Diakuinya, jalan yang terdampak longsor merupakan satu-satunya akses yang bisa digunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Dengan kondisi tersebut, ia merasa was-was setiap kali melintasi jalan tersebut, terutama pada malam hari, dengan harapan agar jalan tersebut segera diperbaiki untuk mencegah semakin meluasnya zona longsor.

“Kalau malam pun gelap, saya kadang pulang kerja malam jadi khawatir juga. Kalaupun ada jalan beton harus segera diperbaiki, takutnya ada korban jiwa,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi Sonny Harmanto membenarkan, longsor di jalan pembangunan berada dalam kendali pemerintah provinsi melalui Balai Pengelolaan Jalan Wilayah II Sukabumi. Meski demikian, pihaknya sudah berupaya mengkoordinasikan perbaikan Tembok Jalan (TPT).

Soni mengatakan, “Tetapi masyarakat kota juga sedang berkoordinasi dengan Balai. Kami sudah mendengar banyak pernyataan dan janji dari Balai Jabar bahwa mereka akan mengelolanya menggunakan anggaran darurat atau darurat.”

Katanya, hanya tembok saja yang retak akibat hujan deras. Proses perbaikan diharapkan selesai dalam satu hingga dua bulan

“Jadi sebenarnya untuk kendaraan berat diprioritaskan pada kendaraan berat yang tidak menggunakan jalan kota untuk mengurai kemacetan. Masyarakat diminta bersabar, masih dalam penanganan awal dan melalui mereka (Pemprov Jabar)” , jelasnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *