Fri. Jun 14th, 2024

5 Tips Mengatasi Jet Lag, Tetap Segar Setelah Menempuh Perjalanan Jauh

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Jet Read merupakan masalah tidur yang umum terjadi setelah melakukan perjalanan melalui tiga zona waktu.

Saat bepergian lebih dari tiga zona waktu dengan pesawat, “jam internal” atau ritme sirkadian Anda memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan siklus tidur-bangun yang baru dalam perjalanan Anda.

Tubuh akan mencoba beradaptasi dengan perubahan ini, namun itu membutuhkan waktu. Anda dapat menganggap gejala jet lag sebagai “penyesuaian sementara” saat tubuh beradaptasi dengan lingkungan baru.

Jet lag merupakan salah satu jenis gangguan tidur yang disebabkan oleh perubahan ritme sirkadian, gejalanya berupa sakit kepala dan sulit tidur (insomnia).

Reaksi setiap orang terhadap jet lag berbeda-beda. Secara keseluruhan, kondisi ekstrem akan terjadi semakin lama Anda terbang. Sebab, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan penyesuaian.

Berikut enam tips mengatasi jet lag, seperti dilansir Reader’s Digest: 1. Tetap terhidrasi.

Minumlah banyak air untuk menjaga tubuh Anda tetap terhidrasi. Jika Anda kesulitan ke toilet berkali-kali, saat mendarat pastikan segera minum air putih.

Minum banyak air dapat membantu mencegah efek dehidrasi setelah penerbangan jauh. Pilihlah air kemasan jika Anda memiliki pertanyaan tentang keamanan air. Selain itu, hindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol karena dapat mendetoksifikasi tubuh lebih lanjut.

 

Ubah batas waktu perjalanan Anda saat terbang. Misalnya saja pada penerbangan jarak jauh dari Asia menuju Amerika yang tiba di pagi hari, usahakan tidur di akhir penerbangan sebelum mendarat agar jam tubuh Anda lebih sinkron dengan waktu setempat.

Thierry Kennel, wakil presiden regional Four Seasons Hotels & Resorts dan manajer umum Four Seasons Hotel Denver merekomendasikan untuk membawa bantal leher yang nyaman, penutup telinga, dan masker mata untuk tidur malam yang nyenyak. 3. Lanjutkan 

Bergerak sebanyak mungkin selama penerbangan. Melebarkan kaki dalam penerbangan panjang akan membantu Anda melatih persendian dan membantu sirkulasi Anda.

Setelah Anda mendarat, cobalah berolahraga (jalan cepat atau lari) untuk menghilangkan jet lag setelah tiba di tempat tujuan.

“Jet Lag berasal dari perubahan ritme sirkadian tubuh dengan melakukan perjalanan sebanyak tiga kali atau lebih, tujuan keluar rumah adalah untuk mengurangi efek mengganggu ritme sirkadian tubuh tersebut,” ujar Craig Tanio, MD, pendiri Rezilir Health.

Tanio menunjukkan bahwa kelenjar pineal (terletak di dasar otak) mengatur ritme sirkadian. Warna hitam ini sangat sensitif terhadap cahaya, terutama di luar ruangan.

Berhati-hatilah saat berada di luar saat mendarat, pada sore hari saat menuju ke barat dan pada pagi hari saat menuju ke timur. Cahaya alami dapat membantu mengatur jam tubuh Anda. 

Jika Anda tidak bisa keluar rumah, pencahayaan dalam ruangan dan cahaya dari perangkat elektronik juga bisa berperan. Sebab, gelombang biru yang dipancarkan layar komputer bisa mengelabui otak agar mengira hari sudah siang. 

Sesampainya di tempat tujuan, usahakan untuk tidur malam yang nyenyak. Sebagai pedoman umum bagi mereka yang sering bepergian keliling dunia selama beberapa hari, solusi terbaik adalah tidur saat Anda lelah.

Tidur malam yang nyenyak dapat membantu tubuh menjadi rileks.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *