Sat. Jun 15th, 2024

Bursa Asia Kembali Perkasa, Yen Ambruk ke Posisi Terendah dalam 24 Tahun

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Pasar saham yang lebih dikenal dengan sebutan Asia Pasifik atau Bursa Efek Asia kembali menghijau pada perdagangan Selasa ini. Kekuatan di pasar saham Asia melanjutkan pertumbuhan yang terlihat pada perdagangan hari Senin.

Investor sedang menunggu rilis banyak data aktivitas bisnis di Australia, Jepang dan India.

Indeks manajer pembelian gabungan Australia mencapai angka tertinggi dalam dua tahun terakhir yaitu 53,6, dibandingkan dengan 53,3 pada bulan Maret, menurut data dari S&P Global.

Sementara itu, angka Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jepang dan India akan dirilis pada Selasa malam.

Mengutip CNBC, Selasa (23 April 2024), indeks S&P/ASX 200 Australia mengawali hari dengan kenaikan 0,32% setelah rilis PMI.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,8% pada pembukaan, sedangkan indeks Topix naik 0,66%.

Indeks KOSPI Korea naik 0,2%, dan indeks saham kecil KOSDAQ naik 0,62%.

Indeks Hang Seng Futures Hong Kong menunjukkan harga pembukaan yang lemah sebesar 16,681 dibandingkan harga penutupan HSI sebesar 16,511.69. Nilai tukar Yen mencapai level terendah dalam 24 tahun

Yen Jepang melemah ke level terendah dalam 34 tahun terhadap greenback pada Selasa pagi, mencapai 154,85 ​​melawan greenback.

Mata uang ini naik sedikit menjadi 154,74 pada pukul 09:18 waktu Tokyo, namun merupakan mata uang terlemah sejak pertengahan tahun 1990an.

Bank of Japan akan memantau mata uang tersebut pada pertemuannya pada hari Jumat, namun bank sentral belum mengumumkan tingkat intervensinya.

Pasar saham Wall Street dan AS rebound pada perdagangan Senin setelah mengalami tekanan signifikan pada pekan lalu.

Saham-saham teknologi mulai pulih dan ketegangan di Timur Tengah mereda. Pelaku pasar sudah tidak sabar menunggu untuk menghasilkan keuntungan besar.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup pada 38,239.98, naik 253.58 poin, atau 0.67%. S&P 500 naik 0,87% menjadi ditutup pada 5.010,60, sedangkan Nasdaq Composite naik 1,11% menjadi 15.451,31.

Baik S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan keenam berturut-turut.

Saham pembuat chip dan kecerdasan buatan Nvidia naik 4,4%, pulih dari aksi jual hampir 14% minggu lalu yang menandai rekor terburuk sejak September 2022. Sementara itu, saham Arm Holdings juga naik hampir 7% pada hari Senin.

Harga minyak mentah AS turun setelah Iran mengatakan tidak akan meningkatkan konfliknya dengan Israel. Investor khawatir bahwa kenaikan harga minyak dapat meningkatkan inflasi dan menunda pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *