Sat. Jun 15th, 2024

Bursa Saham Asia Ceria, Investor Menanti Data Ekonomi China hingga India

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Pasar saham Asia-Pasifik diperdagangkan menguat pada Senin (27/05/2024) karena investor fokus pada data ekonomi China dan India yang akan dirilis pekan ini.

Mengutip CNBC, China akan merilis laporan manajer penjualannya pada Jumat pekan ini. Sementara itu, India merilis data produk domestik bruto (PDB) untuk kuartal keempat tahun fiskal. Australia juga akan mengumumkan kenaikan suku bunga pada bulan April 2024 pada hari Rabu minggu ini. Analis ING memperkirakan inflasi Australia akan melemah.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,39 persen. Indeks Topix menguat 0,4 persen dibandingkan koreksi Jumat pekan lalu. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3 persen. Indeks Kosdaq menguat 0,35 persen. Sedangkan ASX 200 bertambah 0,52 persen. Indeks Hang Seng berada di level 18.659 dibandingkan penutupan pekan lalu di level 18.608,94.

Di Wall Street Jumat pekan lalu, indeks Nasdaq mencetak rekor tertinggi seiring menguatnya saham Nvidia. Indeks Nasdaq melonjak 1,1 persen menjadi 16.920,79. S&P 500 bertambah 0,7 persen. Indeks Dow Jones menguat 0,01 persen. Mingguan Wall Street

Sebelumnya, Wall Street bervariasi selama seminggu dengan indeks Nasdaq membukukan kenaikan terbesar. Reli di banyak saham teknologi membantu indeks Nasdaq.

Mengutip CNBC, Sabtu 25 Mei 2024, S&P 500 hanya menguat 0,03 persen dalam sepekan. Indeks Nasdaq menguat 1,41 persen. Dow Jones Industrial Average turun 2,22 persen, minggu negatif pertama dalam lima minggu.

Pada perdagangan Jumat 24 Mei 2024, indeks Nasdaq mencapai level tertinggi baru seiring menguatnya saham produsen chip Nvidia. Hal ini merupakan dorongan yang baik di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve (Fed) dan bank sentral AS akan menunda penurunan suku bunga.

S&P 500 naik 0,7 persen menjadi 5.304,72. Indeks Nasdaq naik 1,1 persen menjadi 16.920,79. Indeks Dow Jones naik 4,3 poin atau 0,01 persen menjadi 39.069,59.

Saham Nvidia melonjak 2,6 persen pada perdagangan Jumat pekan ini seiring berlanjutnya sentimen menyusul rilis laporan keuangan. Sentimen yang menggembirakan adalah harga saham Nvidia mencapai $1.000 untuk pertama kalinya.

Frustrasi terhadap raksasa kecerdasan buatan (AI) dan perusahaan teknologi lainnya mengangkat pasar meskipun ada kekhawatiran bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga pada musim panas ini.

Setelah banyaknya berita ekonomi dan ketenagakerjaan minggu ini, Goldman memundurkan perkiraan penurunan suku bunga pertama The Fed pada bulan September dari bulan Juli.

“Inflasi akan lebih kuat pada bulan September, namun tidak terlalu positif, sehingga membuat keputusan untuk menurunkan suku bunga menjadi kurang jelas,” kata ekonom Goldman, David Mericle.

Sementara itu, para pelaku pasar kini memperkirakan peluang bank sentral untuk memangkas suku bunga pada pertemuan September mendatang adalah kurang dari 50 persen, menurut CME FedWatch Tool.

Pada Jumat pekan ini, banyak saham teknologi yang menguat. Harga saham Advanced Micro Devices dan Intel masing-masing naik 3,7 persen dan 2,1 persen. Saham Meta dan Netflix masing-masing naik 2,7 persen dan 1,7 persen. Kenaikan harga teknologi mendorong Nasdaq mencapai rekor tertinggi pada tahun 2024.

 

Sebelumnya, JPMorgan melihat India dan Jepang sebagai dua titik terang di pasar Asia yang menarik. Ini akan mengamati pergerakan saham untuk bergabung dan menjual di dalam zona tersebut.

“Jepang sedang on fire di sana. India punya banyak permintaan,” kata Filippo Gori, salah satu kepala perbankan global JPMorgan, seperti dilansir CNBC, Jumat (24/05/2024).

Indeks Nikkei 225, serta indeks Nifty50 India, naik hampir 26 persen tahun ke tahun, menurut data LSEG.

Sebaliknya, merger dan akuisisi di seluruh dunia mengalami penurunan pada tahun 2023. Di Jepang meningkat sebesar 23 persen dibandingkan tahun lalu. Nilai karyanya akan mencapai USD 123 miliar. Hal ini dilaporkan oleh Bain&Company dalam laporan M&A Jepang. “Posisi perekonomian Jepang unik, dengan meningkatnya jumlah merger dan akuisisi,” kata laporan itu.

Pasar India terlihat sangat agresif dan sebagian besar pedagang memperkirakan pasar akan membaik pada tahun 2024, kata analis di Bain&Company.

Tahun lalu, nilai transaksi M&A di India mencapai $136 miliar, turun 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan penurunan transaksi M&A di seluruh dunia, menurut laporan Deloitte India.

“Keberlangsungan bisnis dan kepercayaan investor terhadap India dapat menjadi cara untuk memulihkan nilai lapangan kerja di negara tersebut,” kata laporan itu.

Negara-negara seperti India dan Jepang juga mendapat manfaat dari strategi “Tiongkok plus satu”, karena investor mencari pinjaman dari negara lain di kawasan di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Perusahaan yang ingin memperluas jejak manufaktur mereka di India akan memacu aktivitas M&A di negara tersebut. “Hal ini memungkinkan untuk mengkonfigurasi ulang rantai pasokan global Tiongkok Plus One dengan kebijakan pemerintah yang menguntungkan seperti insentif terkait dengan promosi manufaktur di Tiongkok,” tulis Deloitte.

 

Sementara itu, raksasa teknologi AS Apple telah memindahkan sebagian operasinya ke India setelah pembatasan COVID-19 di Tiongkok mengganggu bisnisnya, dengan 14 persen iPhone dilaporkan dibuat di India saat ini.

Kombinasi proses kontrak dan pengadaan ini mungkin berfokus pada sektor kecerdasan buatan (AI). Gori mengatakan kecerdasan buatan dapat menambah miliaran dolar bagi perekonomian global pada tahun 2030.

PwC memperkirakan bahwa kecerdasan buatan dapat berkontribusi hingga $15,7 triliun terhadap perekonomian global pada tahun 2030.

“Jadi ada banyak kepentingan. Jika hal ini ingin mendorong banyak perdagangan di wilayah ini, saya pikir kita harus melihat tren tertentu. Geopolitik bisa berperan dalam hal ini, jadi saya pikir masih terlalu dini untuk membahas hal ini.” katakan,” kata Gori.

“Perawatan kesehatan dan energi terbarukan benar-benar akan menciptakan banyak lapangan kerja,” tambahnya.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *