Sat. Jun 15th, 2024

Produsen Sari Roti Tebar Dividen Rp 87,67 per Saham, Cek Jadwalnya

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen apel panggang, membagikan dividen sebesar Rp 500 miliar untuk tahun 2023.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditulis Jumat (4/4/2024), dividen tersebut setara Rp 87,67 per saham yang diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, April dan disetujui. 3 2024.

Perseroan sedang mempertimbangkan keuangan per 31 Desember 2023 untuk pembagian dividen, antara lain laba bersih yang dapat diatribusikan kepada unit induk sebesar Rp331,29 miliar, saldo laba tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp168,70 miliar, dan jumlah ekuitas sebesar Rp2,39 triliun.

Tabel di bawah ini merupakan jadwal pembagian dividen tahun buku 2023, antara lain: Tanggal efektif 3 April 2024 Tanggal dividen pasar umum dan pasar negosiasi 19 April 2024 Tanggal ex-dividen pasar umum dan pasar diperdagangkan 22 April 2024 Catatan pemegang saham yang berhak (DPS ) tanggal Menerima dividen tunai pada tanggal 23 April 2024. Tanggal pembayaran dividen adalah tanggal 26 April 2024.

Pada penutupan perdagangan Kamis 4 April 2024, saham ROTI menguat 2,09% ke Rp 1.220 per saham. Saham ROTI menguat 10 poin ke Rp 1.205 per saham. Harga tiap saham ROTI berada pada level tertinggi 1.220 dan terendah 1.205 riyal. Nilai transaksinya Rp 487,5 juta.

“Jika kita bandingkan sejenak nilai dividen tunai tersebut dengan harga penutupan ROTI kemarin di Rp 1.180, maka imbal hasil dividennya mencapai 7,5%. Ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas dukungan dan loyalitas seluruh pemegang saham. Rencananya, Arlina Sofia, Direktur PT Nippon Indosari Dividen tersebut akan dibayarkan pada 26 April 2024, kata Corpindo Tbk dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 3 April 2024.

Selain menyetujui penggunaan laba bersih, rapat umum biasa tahunan juga menyetujui sejumlah keputusan penting lainnya, termasuk persetujuan laporan direksi perseroan mengenai aktivitas produsen minyak atsiri untuk toko roti yang akan berakhir pada Desember. 31 Tahun 2023, serta pengesahan keputusan Neraca dan perhitungan laba rugi perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

Sebelumnya diberitakan, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mengalihkan saham hasil pembelian kembali atau saham treasury sebanyak 38.908.000 lembar saham atau 38,90 juta lembar saham. Jumlah saham tersebut adalah 0,62% dari seluruh saham perseroan yang ditempatkan dan disetor dalam rangka menunjang likuiditas saham perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditulis pada Minggu (25/2/2024), saham yang akan dialihkan tersebut adalah saham periode penebusan 6 tanggal 21 Juli 2022 sampai dengan 20 Oktober 2022 sebanyak-banyaknya. 36.797.300 lembar saham dan periode 7 tanggal 21 Oktober 2022 sampai dengan 20 Januari 2023 sebanyak 2.110.700 lembar saham.

Perseroan juga menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan menjual saham hasil pembelian kembali atau saham treasury dengan memperhatikan persyaratan yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2023.

Soal harga, perseroan mengumumkan penetapan harga jual saham akibat pelunasan tersebut sesuai dengan Pasal 2 Pasal 23 Pasal C. Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2023 menyatakan bahwa harga pengalihan saham tidak lebih rendah dari rata-rata harga pembelian saham Nippon Indosari Corpindo dan:

– Paling rendah dari harga penutupan perdagangan harian BEI satu hari sebelum tanggal penjualan saham

– Rata-rata harga penutupan transaksi harian di BEI selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan saham oleh perseroan dengan diskon maksimum 7,5%.

 

Sebelumnya diberitakan, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) menawarkan jaminan bersama atas saham milik perseroan di tiga perusahaan. Penjaminan ekuitas untuk seluruh pinjaman pada Bank Mandiri.

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk menandatangani perjanjian gadai atas saham milik masing-masing PT Indomarco Prismatama (IDM) yang mengelola Indomaret, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) pada Rabu, 15 November. 2023.

Sebelumnya, Indoritel Makmur Internasional pada 20 Desember 2017 menandatangani perjanjian pinjaman transaksi khusus (PTK) senilai Rp 2 triliun. Selain itu, pada 22 Agustus 2023, perseroan menandatangani perjanjian pinjaman untuk 2 tanggal sebesar Rp 4 triliun dari Bank Mandiri.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Kiki Yanto Gonwan, Sekretaris Indoritel Makmur International, menulis: “Untuk memastikan pemenuhan kewajiban perusahaan terhadap Bank Mandiri, perusahaan memproses seluruh saham yang dimiliki perusahaan di masing-masing perusahaan FAST, ROTI dan IDM.

Rincian jumlah saham yang dijaminkan Indoritel Makmur Internasional antara lain 1.430.115.492 atau 1,43 miliar saham FAST, 1.594.467.000 atau 1,59 miliar saham ROTI, dan 738.720.000 saham IDM atau 7,2 juta saham.

Manajemen Indorital menyatakan bahwa transaksi pemberian agunan kepada Bank Mandiri bukan merupakan transaksi terkait sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Terkait dan Benturan Kepentingan (POJK No. 42/2020).

Perseroan menulis: Transaksi pemberian penjaminan kepada Bank Mandri merupakan transaksi penting atas 20% ekuitas, tetapi tidak lebih dari 50% ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan tahunan perseroan yang telah diaudit dan berakhir pada tanggal 31-12-2022.

 

Namun apabila transaksi yang signifikan tersebut merupakan transaksi yang merupakan transaksi pemberian agunan bank sesuai ketentuan Pasal 11 untuk jasa keuangan, maka perseroan tidak wajib menggunakan penilai dan memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). . . Merujuk pada Peraturan Nomor 17/POJK.04/2020 Tahun 2020 tentang Materi Transaksi dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Perseroan juga mengumumkan tidak terdapat benturan kepentingan dalam transaksi pemberian jaminan kepada Bank Mandiri sesuai POJK No.42/2020.

Untuk memenuhi ketentuan pasal 4 pasal 16 anggaran dasar perseroan, telah diselenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa pada tanggal 5 Oktober 2012 dan disetujui penjaminan atas saham tersebut.

Manajemen Indoretel McMoore International menyatakan tidak terdapat pengaruh signifikan peristiwa, informasi atau fakta material terhadap kondisi keuangan perseroan. “Peristiwa, informasi, atau fakta penting ini tidak mempunyai dampak material terhadap hukum dan kehidupan bisnis perusahaan.”

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *