Sun. Jun 16th, 2024

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Hewan Kurban, Termasuk Cek Mata dan Geraknya

matthewgenovesesongstudies.com, salah satu hal penting yang harus dilakukan umat Islam di Jakarta menjelang Idul Adha adalah memilih hewan kurban. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih hewan kurban.

Dr Nur Widodo, pakar peternakan Universitas Jember (UNEJ), mengatakan, “Syarat utama dalam memilih hewan kurban adalah sehat, gemuk, bebas cacat fisik, dan cukup umur.”

“Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka sapi tidak bisa dijadikan hewan kurban,” kata Nur Widodo.

Kemudian, perhatikan mata dan gerak-gerik sapi atau kambing tersebut. “Pemilihan hewan kurban harus sehat dan gemuk. Hewan yang sehat sering kali terlihat dari matanya yang cerah, tidak membungkuk, dan aktif.”

Selanjutnya hewan kurban harus dipilih yang berjenis kelamin jantan. Jika terpaksa menjadi perempuan, pastikan sapi atau kambingnya tidak bunting.

Perhatikan umur hewan yang dikorbankan

Usia hewan kurban juga harus diperhatikan. Usia minimal sapi adalah dua tahun.

“Umur sapi yang layak dijadikan hewan kurban minimal dua tahun. Cara paling mudah untuk menilai umur seekor sapi adalah dengan melihat struktur karkasnya,” kata guru besar peternakan yang mengajar di Unej ini. , Kotamadya Bondowoso, antara dimaksud.

Jika gigi susunya masih ada dan belum ada yang diganti (sapi), bisa dipastikan usia sapi tersebut belum genap 2 tahun. Oleh karena itu, tidak tepat jika dijadikan sebagai hewan kurban.

 

Noor Widodo memberikan tips cara memperbanyak makan daging. Untuk memperkirakan jumlah daging pada sapi, harus diperhatikan bagian depan, samping, dan belakang hewan, dengan memperhatikan tinggi dan panjang hewan.

“Hati-hati memperhatikan paha belakang, ginjal, paha depan, dan belakang ternak. Bagian daging pertama terlihat di pinggang dan paha belakang, dan bagian kedua di paha belakang dan depan.”

Selain itu, Anda harus memperhatikan tulang hati, punggung, dan tulang rusuk. Apabila tulang-tulang tersebut tidak terlihat maka dapat dikatakan sapi tersebut gemuk dan dagingnya banyak.

“Jangan terkecoh dengan ukuran perut sapi hanya dengan melihat bagian depan dan samping hewan tersebut. Selain melihat sapi yang bagus, Anda juga bisa merasakan bagian paha, pinggul, bagian belakang, dan kaki depannya. potongannya,” katanya.

 

Nur Widodo mengatakan hewan yang sakit tidak boleh disuntik mati. Hal ini disampaikannya mengingat maraknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dan penyakit kulit kental (LSD) yang terjadi belakangan ini.

“Untuk penyebaran kasus PMK dan LSD akhir-akhir ini sudah mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir,” kata Noor, Ketua Takmir Al-Ayman. Metjit, Unej 2 kota Bondowoso.

Pemerintah juga telah menyalurkan program vaksinasi kepada PMK dan LSD. Terdapat juga pos pemeriksaan pergerakan hewan di setiap perbatasan daerah yang memantau pergerakan atau perpindahan hewan, pemeriksaan kesehatan hewan dan dokumentasi, apakah hewan tersebut sudah divaksin atau memiliki surat keterangan kesehatan dari dokter hewan.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *