Sun. Jun 16th, 2024

Suplemen Jepang Sebabkan 5 Orang Meninggal, BPOM Sebut Produk Mengandung Benikoji Belum Masuk Indonesia

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Produk Jepang Benikoji Choleste Help yang diklaim bisa mengatasi kolesterol justru membawa petaka bagi konsumennya.

Dalam seminggu, lima orang di Jepang meninggal setelah mengonsumsi suplemen tersebut. Sementara itu, lebih dari 100 orang telah dirawat di rumah sakit tersebut sejak Jumat (29/3/2024).

Laporan Voice of America Indonesia yang keluar pada Sabtu (30/3/2024) menyebutkan obat tersebut merupakan produk Kobayashi Pharmaceutical Co. Sebuah perusahaan farmasi yang berbasis di Osaka, Jepang.

Perusahaan tidak dikritik karena segera mengatasi masalah yang ditemukan secara internal pada awal Januari. Dan dia mengumumkannya secara terbuka hanya pada 22 Maret.

Banyak laporan kematian akibat narkoba Jepang sampai ke Indonesia. Apalagi menjelang hari raya, masyarakat kerap mencari obat untuk mengontrol kolesterol.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalucia. Menurut dia, suplemen tersebut belum masuk ke Indonesia.

“Sejauh ini belum ditemukan radiasi apa pun. “(Memprediksinya) sama saja, memantau transaksi seperti pangan impor,” kata Lucia saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024).

Jika ada WNI yang membelinya untuk dikonsumsi di luar negeri, Lucia mengimbau agar tidak menggunakan obat bius terlebih dahulu.

“Jangan digunakan sampai tes lain jelas,” ujarnya.

Produk Benikoji sendiri tidak hanya tersedia dalam bentuk suplemen saja, tetapi juga mengandung banyak bahan seperti rempah-rempah dan produk lainnya.

BPOM menyatakan, baik bahan tambahan maupun residunya belum tersedia di Indonesia.

Pada saat yang sama, pengawasan dan pengendalian terus dilakukan, terutama di titik-titik masuk barang impor, seperti pelabuhan.

“Itu belum terjadi,” kata Lucia.

Sebelumnya, otoritas perusahaan farmasi Kobayashi Pharmaceutical Co. mengatakan 114 orang dirawat di rumah sakit setelah menggunakan produk tersebut, termasuk Benikoji Cholester Help, yang dirancang untuk menurunkan kolesterol.

Sesuai dengan namanya, Benikoji Choleste Help mengandung bahan bernama benikoji, sejenis jamur merah. Awal pekan ini diumumkan jumlah korban tewas bertambah 2 orang.

Beberapa orang memang pernah mengalami gangguan ginjal setelah mengonsumsi suplemen tersebut, namun penyebab pastinya masih diselidiki oleh laboratorium pemerintah terkait.

“Kami sangat meminta maaf,” kata Akihiro Kobayashi, presiden Kobayashi Pharmaceutical Co. ujarnya kepada wartawan, Jumat (29/3) setelah membungkuk cukup lama untuk menegaskan permintaan maaf bersama tiga petinggi perusahaan lainnya, seperti dilansir Global matthewgenovesesongstudies.com.

Akihiro Kobayashi menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dan sakit serta keluarga mereka.

Dia juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada seluruh industri makanan kesehatan dan bidang medis dan mengatakan bahwa perusahaan sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin.

Produk perusahaan tersebut ditarik kembali bersama puluhan produk lain yang mengandung benikoji, seperti pasta miso, kue kering, dan saus cuka.

Kementerian Kesehatan Jepang kemudian menerbitkan daftar di situs resminya yang berisi semua produk yang ditarik kembali, termasuk banyak produk yang menggunakan benikoji sebagai pewarna makanan.

Kementerian memperingatkan bahwa jumlah korban mungkin meningkat. Suplemen dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter dan ada pula yang dapat dibeli atau diimpor sebelum dikembalikan. Di antara mereka adalah wisatawan yang mungkin tidak menyadari risiko kesehatannya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *