Sun. Jun 16th, 2024

Jepang Kucurkan Utang buat Proyek MRT Jakarta Timur-Barat, Nilainya Segini

By admin Jun10,2024 #Jepang #MRT #MRT Jakarta

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Pemerintah Jepang resmi memberikan pinjaman sebesar 140,699 miliar yen atau setara Rp 14,52 triliun (kurs Rp 103,21) kepada pemerintah Indonesia. Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai proyek MRT Jakarta Koridor Timur-Barat Tahap I.

Perjanjian pinjaman ini ditandai dengan penandatanganan pertukaran nota rencana MRT Jakarta Jalur Timur-Barat, pinjaman yen kepada Indonesia. Upacara penandatanganan dilakukan pada Senin, 13 Mei 2024 oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi dan Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri untuk Asia Pasifik dan Afrika Abdul Kadir Jailani.

“MRT merupakan infrastruktur transportasi penting yang menunjang aktivitas perekonomian warga Jakarta dan kehidupan masyarakatnya. Untuk itu dan untuk semakin memperluas jaringan tersebut akan dibangun Koridor Timur-Barat,” ujarnya./5/2024).

Perlu diketahui juga, dana sebesar Rp14,5 triliun akan digunakan untuk pembangunan MRT Jakarta Koridor Timur-Barat Tahap I. Termasuk jalur sepanjang 24,5 kilometer (km) mulai dari Tomang, Jakarta Barat hingga Medansatriya, Bekasi.

Perjalanan Hironori menjadi saksi kesuksesan proyek MRT Jakarta Utara-Selatan yang telah beroperasi sejak 2019. Untuk memperluas manfaatnya, layanan kereta api ditambahkan pada rute dari timur ke barat.

“Kami berharap banyak masyarakat di daerah-daerah yang selama ini tidak mendapatkan manfaat dari jalur Utara-Selatan dapat memanfaatkan layanan ini. Apalagi jika dibangun secara terpadu dan berkelanjutan, maka kenyamanan dan efisiensi transportasi akan semakin meningkat. jaringan akan semakin meningkat,” katanya.

Informasinya, secara umum MRT Jakarta Timur-Barat akan memanjang dari Balaraja-Cikarang. Tahap I Tahap I meliputi Tomang-Medanstaria dan Tahap II meliputi Tomang-Kembangan (9,2 km). Selain itu, Tahap II meliputi Kembangan-Balarajah dan Medansatriya-Chikarang (50,4 km).

MRT Jakarta Koridor Timur-Barat akan terintegrasi dengan Koridor Utara-Selatan dengan titik pertemuan di Stasiun Thamrin yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

 

Pada acara yang sama, Yasui Takehiro, Kepala Kantor Japan International Cooperation Agency (JICA) di Jakarta, berbicara tentang efisiensi koridor MRT Utara-Selatan Jakarta. Dia mencatat bahwa tingkat akurasi dan kondisi stasiun membuat pengguna merasa nyaman.

Mungkin Anda lihat, saya dengar ketepatan waktu secara umum bisa dicapai dalam pengoperasian MRT di Jakarta sebesar 99,9 persen, ujarnya.

Yasui Takehiro ingin membuktikan kuatnya kerja sama Jepang dan Indonesia dengan memperluas cakupan proyek MRT Jakarta hingga mencakup Koridor Timur-Barat.

“Saya kira ini merupakan kerja sama yang sangat simbolis antara Jepang dan Indonesia, dan di Jepang proyek ini dianggap sebagai salah satu proyek kerja sama terpenting yang menghubungkan Jepang dan Indonesia,” ujarnya.

 

Sebelumnya, mengutip situs resmi MRT Jakarta, pemerintah Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menandatangani protokol pembahasan evaluasi fase Koridor Timur-Barat (East West) (Protokol Diskusi/Misi Evaluasi Kementerian Pertahanan) . . 1 Proyek MRT pada Sabtu (11/11/2023), lalu di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh General Manager Perkeretaapian Risal Wasal, Direktur Keuangan Bilateral Bappenas Kurniawan Ariadi, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Joko Agus Setiono dan General Manager PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat. Perwakilan utama kantor JICA Indonesia adalah Mr. Yasui Takehiro dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Gubernur Jakarta (PJ) Heru Budi Hartono dan Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Jepang Mr. Nagai Katsuro di kantor Kementerian Perhubungan Jakarta. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina turut hadir dalam acara ini.

“Saya sangat berharap proyek MRT Koridor Timur-Barat dapat berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” kata Budi Karya. “Kita harus konsisten menggulirkan berbagai pengembangan angkutan umum perkotaan berbasis rel seperti MRT, LRT, dan KRL,” ujarnya.

 

Selain itu, Budi Karya menyambut baik partisipasi aktif Jepang dalam pembangunan infrastruktur transportasi umum di Indonesia.

“Selain pinjaman yang terjangkau, program pembiayaan kreatif lainnya juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi. Saya berharap akan ada lebih banyak kerja sama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang di bidang perkeretaapian,” kata Menteri Perhubungan.

Selain itu, setelah Nota Kesepahaman ditandatangani, Kementerian Perhubungan akan segera menyelesaikan rincian administrasi proyek ini melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), sehingga proses pembangunan MRT Timur Barat dapat segera dimulai pada tahun 2024.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *