Fri. Jun 14th, 2024

Liburan Sekolah, Ayo Lihat Lebih Dekat Pesona Wisata Kabupaten Berau yang Memukau

 

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Dengan sumber daya alam yang melimpah seperti batu bara, kaya akan pertanian dan perkebunan, Kabupaten Perau, Kalimantan Timur memiliki keindahan alam yang layak menjadi destinasi wisata kelas dunia. Hal itu dibuktikan oleh Akmal Malik, Gubernur Kalimantan Timur, saat hendak melakukan pendaftaran tanah. 

“Kami akan berjuang menjadikan Perau sebagai kabupaten wisata utama Kalimantan Timur,” kata Plt Gubernur Akmal Malik akhir pekan lalu.

Akmal menilai potensi wisata Kabupaten Perao sangat luar biasa setelah menyaksikan beberapa tempat wisata di Kecamatan Biduk-Biduk.

Menurutnya, banyak destinasi wisata yang memiliki potensi besar. Selain lokasinya yang bagus, pemandangannya yang indah, serta alam dan hutannya yang masih segar. Transportasi menuju tempat wisata juga memadai.

Destinasi wisata pertama yang dikunjungi Akmal Malik adalah indahnya laut Teluk Sumbang di desa Teluk Sumbang. Dengan menggunakan dayung, Akmal Malik mengarungi Teluk Chumbang yang terhubung langsung dengan Selat Makassar.

Setelah kurang lebih satu jam mendayung di Teluk Sumbang, Akmal bercerita, “Saya mendayung sambil memandangi terumbu karang di sepanjang bibir Teluk Sumbang.

Dalam pengamatannya, ia menemukan terumbu karang rusak akibat cangkang ikan di banyak tempat. Menurutnya, hal tersebut tidak boleh terjadi lagi di Laut Kalimantan Timur, termasuk Teluk Sumbang.

Saya melihat bekas-bekas cangkang ikan di banyak tempat. Saya melihat terumbu karang baru tumbuh. Tugas kita menjaga kelestarian laut, ”tegas Akmal di Lamin Guntur Camp and Playground, salah satu tempat wisata di Teluk Sumbang.

“Indah sekali tempatnya, sekali lagi mohon dijaga. Jangan pakai bom ikan lagi. Pariwisata kita punya energi yang luar biasa,” kata Akmal.

Sementara itu, untuk mempromosikan pariwisata di kawasan Teluk Sumbang, Ronald Lolong, pemilik Lamin Guntur Camping and Playground, menyarankan agar Akmal Malik menyelenggarakan event pariwisata nasional dan internasional.

Event wisata yang direkomendasikan Akmal adalah lomba lari hutan atau menyisir di hutan Teluk Chumbang. Pasalnya selain memiliki keindahan laut, Teluk Chumbang masih berhutan lebat.

“Yang penting ada acara karena di sini masih ada kawasan hutan. Saya usulkan kawasan hutan 10 km dijalankan karena aspal di sini bagus,” saran Akmal.

Namun sebelum itu, kita harus memastikan terlebih dahulu kesiapan shelter dan dukungan masyarakat setempat. Tidak perlu membangun hotel, masyarakat perlu menyiapkan guest house yang bersih dan nyaman.

“Kunci pariwisata itu keramahtamahan, keramahan. Setelah itu, air, listrik, dan internet harus kita siapkan,” lanjut Akmal.

Secara keseluruhan, Akmal mengaku bangga warga Teluk Sumbang selalu menjaga alam dan investor pariwisata juga peduli terhadap lingkungan.

Penduduk setempat setuju bahwa bom ikan tidak lagi digunakan di Teluk Sumbang, dengan adanya patroli rutin oleh TNI Angkatan Laut. Selain menikmati indahnya laut Teluk Sumbang, Akmal Malik juga mengunjungi destinasi wisata unggulan lainnya, Labuan Sermin.

Dirjen Pemerintahan Daerah Departemen Dalam Negeri kembali dibuat takjub dengan kesegaran dan keindahan Telaga Dua Rasa di Desa Labuan Kelambu.

“Jujur ini destinasi wisata terbaik yang pernah saya kunjungi. Indah sekali,” kata Akmal sambil mendayung putaran demi putaran Danau Labuan Sermin.

Diapresiasi Akmal, kelebihan destinasi wisata danau ini selain dikelilingi pepohonan alam purba, Labuan Sermin juga memiliki air danau tersendiri.

Air danau ini selalu jernih sehingga pengunjung dapat dengan mudah melihat dasar laut.

“Di sini ada campuran air laut dan air tawar. Dan air tawarnya sangat jernih. Dasar danaunya bisa kita lihat dengan jelas,” puji Akmal lagi.

Labuan Cermin berjarak perjalanan jauh dari Tanjung Redeb, namun menuju ke sini bisa melelahkan.

 

Dibutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk naik speedboat dari Tanjong Redep ke Pituk-Pituk. Sedangkan jika menggunakan jalur darat, waktu tempuh sekitar 5-6 jam karena jalurnya sudah diaspal dan dibeton berkat bantuan Pemprov Kaltim.

“Satu jam dari Balikpapan (pesawat), empat jam dari Tanjung Redep (naik speedboat) Saya tidak menyesal karena tempatnya bagus, luar biasa. Kami akan berlibur ke Labuan Sermin,” kata Akmal sambil tersenyum cerah.

Selain Labuan Cermin, Pj Gubernur Akmal Malik juga melanjutkan aktivitas mendayung di laut Pulau Kanianungan pada Jumat sore. Keindahan laut Pulau Kanyungan tak kalah menawan dengan Teluk Sumbang dan Labuan Sermin.

Akmal Malik mengadakan diskusi di VIP Lounge Bandara Kalimarao pada Sabtu (25/5/2024), menutup rangkaian kunjungannya ke Kabupaten Perao.

Bincang informal tersebut dihadiri Bupati Perao Sri Juniorsi Mas, Sekda Perao Muhammad Said, Asisten 3 Sekretariat Daerah Perao Maulidia, Staf Profesional Bupati Jaka Siswanta, Kepala Divisi Bandara Kalimarao Ferdinand Noordin serta perwakilan Dinas Pariwisata Perao.

Akmal menceritakan kisahnya setelah tiga hari melakukan peninjauan langsung ke berbagai titik sasaran di Kecamatan Biduk-Biduk. Ia menemukan, permasalahan utama pengembangan pariwisata di daerah tersebut adalah listrik.

Contoh wisata pantai adalah desa Teluk Sumbang. Masyarakat dan pengelola wisata lokal masih belum mendapatkan pasokan listrik yang memadai. Operator tur masih menggunakan genset pribadi tanpa kipas angin, apalagi pendingin ruangan (AC). Meski wajib bagi wisatawan yang ingin bermalam.

“Harusnya ada AC, atau paling tidak ada kipas angin. Di laut banyak anginnya. Tapi kita tidak bisa mengontrol kapan angin datang. Sementara kalau belum, panas pasti datang.” canda Akmal.

Menanggapi kondisi tersebut, Akmal Malik langsung menghubungi GM PLN. Dia melaporkan masalah listrik di Teluk Sumbang.

Prinsipnya GM PLN bersedia membantu. Jadi Bu Bupati, komunikasinya, kata Akmal.

Namun, sebelum usulan resmi disampaikan ke PLN, Akmal meminta agar PLN melakukan pemetaan detail kebutuhan listrik di Teluk Sumbang dan Tanjung Redep untuk segera diajukan dan diproses.

“Berbagai tempat wisata potensinya besar, situasinya bagus, jalannya bagus, tapi listriknya belum ada. Ini harus segera diatasi,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah bekerja sama dengan organisasi serupa untuk membantu mempromosikan pemasaran berbagai destinasi wisata di tempat umum seperti bandara. Akmal mengatakan, informasi yang cukup harus diberikan kepada masyarakat umum untuk mendapatkan gambaran mengunjungi berbagai tempat wisata di Perao.

Misalnya informasi jarak tempat wisata dari Tanjung Redep. Lalu berapa hotel atau B&B yang tersedia terisi penuh. Ada juga informasi mengenai alat transportasi yang bisa digunakan nantinya. Baik itu melalui darat, laut, maupun udara.

Sementara itu, tujuannya adalah pelayanan dan keramahtamahan. Iklan juga perlu ditingkatkan, termasuk penggunaan berbagai aplikasi media sosial untuk generasi milenial,” pungkas Akmal.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *