Tue. Jun 25th, 2024

Rupiah Lesu, Mulia Boga Raya Siapkan Belanja Modal untuk Genjot Efisiensi Produksi

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Muliya Boga Raya Tbk (KEJU) sedang mempersiapkan belanja modal (capex) besar pada tahun 2024.

Menurut PT Mulia Boga Raya Tbk Jeffrey Halim, belanja modal perseroan pada tahun ini lebih tinggi 80 persen dibandingkan belanja modal pada 2023. Tahun lalu, perseroan menyiapkan belanja modal sekitar Rp 20 miliar.

“Untuk tahun 2024, kami berencana meningkatkan belanja modal lebih dari 80 persen dibandingkan tahun 2023. Fokusnya adalah pada peningkatan kinerja penjualan dan peningkatan kapasitas, sehingga mengharuskan kami untuk berkembang menjadi produk yang berbeda dalam kategori yang berbeda,” kata perseroan secara terbuka. presentasi, Rabu (24/4/2024).

Belanja modal tahun ini juga akan dialokasikan untuk investasi berbagai mesin guna meningkatkan efisiensi di sisi produksi. Upaya ini juga menjadi strategi perseroan untuk memitigasi dampak pelemahan rupiah.

“Jadi kami berharap peningkatan kapasitas ini akan menurunkan biaya produksi hingga menaikkan dollar cost,” tambah Jeffrey.

Direktur PT Muliya Boga Raya Tbk, Indrasena Pathmavijaya menjelaskan tahun ini perseroan bertekad menjadi perusahaan terdepan dalam menghadirkan ‘keajaiban’ keju kapan pun. Beberapa strategi disiapkan, antara lain perluasan distribusi ritel dan pendirian lokasi pertama di Indonesia.

“Hal ini menjadi standar terbaik bagi bisnis food service dan menjadikan Prochiz sebagai standar keju di Indonesia. Perseroan juga bersinergi dengan Garudafood untuk mencapai keunggulan operasional,” jelas Indrasena.

Harga saham KEJU ​​naik 2,46 persen menjadi Rp 1.250 mengutip data RTI. Harga saham KEJU ​​dibuka menguat 10 poin di Rp 1.230 per saham. Harga saham KEJU ​​Rp 1.290 dan terendah Rp 1.230 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 49 kali dengan volume perdagangan 2.304 lembar saham. Rp 289,4 juta

Sebelumnya, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) berencana membeli kembali saham perseroan yang ditempatkan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Atas aksi tersebut, Mulia Boga Raya mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya Rp 7,5 miliar, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain terkait pembelian saham perseroan.

Jumlah saham yang akan dibeli adalah 0,43% atau 6.421.674 lembar saham dari total saham yang ditempatkan perseroan. Penebusan saham perseroan akan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 12 bulan setelah RUPS menyetujui pelunasan saham perseroan. RUPST akan berlangsung pada 24 April 2024.

“Keputusan utama perseroan untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan adalah fleksibilitas perseroan dapat menjadi mekanisme untuk menjaga kestabilan harga saham perseroan, apabila harga saham perseroan tidak mencerminkan nilai atau indeks perusahaan,” kata manajemen. kata PT Mulia Boga Raya Tbk dalam pembukaan bursa. , disampaikan pada Selasa (19/3/2024).

Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang dibeli sebagai saham treasuri untuk jangka waktu tidak lebih dari 3 (tiga) tahun sejak tanggal pembelian. Namun perseroan dapat mengalihkan saham yang dibeli tersebut sewaktu-waktu sesuai dengan Pasal 21 POJK 29/2023.

 

Harga penawaran pembelian saham perseroan akan memperhatikan ketentuan Pasal 11 dan Pasal 12 POJK 29/2023. Perseroan akan menggunakan dana internal perseroan sebagai sumber pembiayaan untuk membeli kembali sahamnya.

Oleh karena itu, pembelian kembali saham perseroan akan berdampak pada berkurangnya arus kas internal perseroan, maksimal Rp 7,5 miliar. Selain itu, perseroan memperkirakan pembelian kembali saham perseroan tidak akan berdampak signifikan terhadap pendapatan perseroan.

Menurut hemat Perseroan, pengurangan dana internal yang akan digunakan sebagai sumber pembiayaan pembelian saham Perseroan tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional Perseroan. Dengan membeli kembali saham perusahaan, maka harga saham di masa depan akan lebih stabil dan berdampak positif bagi pemegang saham dan perusahaan.

 

Sebelumnya, PT Muliya Boga Raya Tbk (KEJU) mengumumkan kinerja tahun buku 2023 yang berakhir pada 31 Desember 2023. Pada periode ini, Muliya Boga Raya mengalami penurunan baik pendapatan maupun keuntungan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada Kamis (29/2/2024), penjualan tahun 2023 tercatat sebesar Rp 1,02 triliun saat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Dibandingkan pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp1,04 triliun, penjualannya turun 2,36 persen.

Meski penjualan menurun, nilai barang terjual meningkat menjadi Rp756,67 miliar pada tahun 2023, dari Rp748,86 miliar pada tahun 2022. Dengan demikian, laba kotor pada tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 11 persen, dari Rp 263 miliar menjadi 295,5 miliar pada tahun 2022.

Selama tahun 2023, perseroan mencatatkan beban penjualan sebesar Rp107,79 miliar, beban umum dan administrasi sebesar Rp1,06 miliar, beban keuangan sebesar Rp2,04 miliar, dan beban sebesar Rp3,99 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan, perseroan membukukan laba Rp 80,34 miliar pada tahun 2023.

Laba tersebut turun 31,55 persen dibandingkan tahun berjalan 2022 yakni Rp 117,37 miliar. Dari sisi aset perusahaan per 31 Desember 2023 mengalami penurunan dari Rp 860,1 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp 828,38 miliar. Liabilitas meningkat menjadi Rp157,61 miliar pada tahun 2023 dari Rp156,59 miliar pada tahun 2022. 670,77 miliar dari Rp 703,51 miliar pada akhir tahun 2022.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *