Tue. Jun 25th, 2024

Satgas Pangan Polri Ungkap Penyebab Stok Beras Menurun di Sulsel

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Stok beras dan gabah di wilayah Sulawesi Selatan akan berkurang pada tahun 2024 akibat efek El Nino dan banjir, kata Satgas Pangan Polri.

Hal itu diketahui saat Satgas Pangan Polri bersama Kementerian Pertanian RI memantau stok beras dan stok giling di wilayah Sulsel.

Seorang penyelidik kejahatan ekonomi khusus mengatakan, “Stok beras dan padi di pabrik, tetapi tidak sebanyak pada tahun 2023. Hal ini disebabkan dampak El Niño dan kondisi Satrap saat ini yang masih dilanda banjir. Kata Petugas Reserse Kejahatan Ekonomi Khusus. Direktorat Prescream Kombis Harmawan dalam keterangannya, Kamis, 30 Mei 2024.

Selain itu, Harmawan mengatakan kualitas gabah yang dihasilkan petani juga sangat rendah akibat curah hujan yang tinggi. Oleh karena itu, harga jual ke petani pada panen raya Maret dan April 2024 kurang dari Rp 6.000 HPP, artinya petani menjual antara Rp 5.000 hingga Rp 5.700.

Saat ini, setelah panen raya Mei, harga kembali naik di atas HPP, dengan harga di petani berkisar Rp6.100 hingga Rp6.500,- jelas anggota Satgas Pangan Polri.

 

Dia mengatakan, pemantauan itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga beras dari atas hingga bawah sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Oleh karena itu, lanjutnya, Satgas Pangan Polri melakukan sidak ke pabrik penggilingan dan melaporkan serapan gabah/beras serta stok beras melalui permintaan di wilayah Kabupaten Seatrap.

Ia mengatakan kita perlu menjaga keberlanjutan gabah dan beras di tingkat petani, pabrik penggilingan, dan masyarakat.

Sementara itu, Harmawan mengatakan, hasil pemantauan aplikasi Ctrip ditemukan di CV. Surya Blog bukan partner produksi Beras Antibangan dan merek Orange Lob. Menurut dia, produksi beras premium 60% dan beras medium 40%. Nantinya, Makassar menjual produknya ke Papua, Kalimantan, dan Sulawesi Utara.

800 ton sekam pecah dan 30 ton beras premium siap dijual di gudang tersebut. Kemudian beras premium dijual di penggilingan seharga Rp 13.200 dan beras medium seharga Rp 12.100. “Peralatan yang dimiliki saat ini pengering 150 ton/proses 17 jam, dan alat pengolah beras 80 ton proses 16 jam,” ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *