Tue. Jun 25th, 2024

Sebelum Berangkat ke Tanah Suci, Ini Hal yang Harus Disiapkan Calon Jemaah Haji yang Memiliki Diabetes

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Penderita diabetes yang ingin menunaikan ibadah haji sebaiknya mempersiapkan beberapa hal sebelum berangkat ke Tanah Suci. Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Departemen Endokrin, Metabolisme dan Diabetes RSUPN, dr. Chipta Mangunkusumo Jakarta, dr. Farid Kurniawan, Ph.D, calon jemaah diabetes bisa melakukan persiapan dengan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.

Untuk mengatasi risiko tersebut, pasien diabetes sebaiknya melakukan persiapan khusus sebelum berangkat haji, dimulai dengan konsultasi dokter, kata Farid saat berdiskusi online di Jakarta, Sabtu, dilansir ANTARA.

Menurutnya, calon jemaah haji dengan diabetes perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan komplikasi dan menyesuaikan dosis obat atau jenis insulin yang akan digunakan, serta meminta dokter untuk memberikan informasi mengenai kondisi dan pengobatan pasien diabetes. . Surat keterangan dari dokter

Surat keterangan diabetes dan pengobatan diperlukan untuk memudahkan tenaga kesehatan haji dalam mengambil tindakan ketika pasien membutuhkan pertolongan medis di Tanah Suci.

Fareed menjelaskan, dalam surat keterangan tersebut tercantum nama pasien, contact person, dan jenis obat yang diminum.

“Ini mencakup nama, kontak, grup atau kelompoknya, termasuk informasi obat apa yang mereka konsumsi. Jadi biasanya tim kesehatan atau panitia penyelenggara lebih mudah menentukan kebutuhan pengumpulannya,” kata Farid.

 

Penderita diabetes yang akan menunaikan ibadah haji juga diimbau untuk membawa persediaan obat-obatan dalam jumlah yang cukup atau lebih banyak agar selalu tersedia bila diperlukan sewaktu-waktu.

Jemaah haji diabetes, menurut Farid, harus memastikan obat-obatan yang akan digunakannya selama 3 x 24 jam selalu ada dalam tas jinjingnya dengan membawa kartu identitas selama beraktivitas di Tanah Suci.

Penderita diabetes yang membutuhkan insulin sebaiknya memasukkan insulin ke dalam tas jinjing atau pendingin di pesawat dan segera menyimpannya di lemari es setelah tiba di tempat tujuan agar tetap dalam kondisi baik, ujarnya.

Ia juga mengingatkan pasien diabetes untuk memastikan kecukupan persediaan pulpen dan jarum insulin selama menunaikan ibadah haji.

 

“Jika memungkinkan, periksalah kadar gula darah sebelum dan sesudah shalat seperti tawaf dan sa’i agar kadarnya tetap terjaga. Selain itu, berhati-hatilah membawa sumber gula seperti permen atau makanan ringan, untuk menghindari hipoglikemia,” dia berkata.

Ia mengatakan, pasien diabetes juga harus mendapatkan vaksinasi meningitis, influenza, dan pneumonia untuk meminimalkan kemungkinan tertular penyakit saat menunaikan ibadah haji.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *