Sun. Jun 16th, 2024

Sebelum Ditangkap, Caleg DPRK Aceh Tamiang Sempat Sembunyi di Hutan

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Direktur Tindak Pidana IV Narkoba Bareskrim Polri menangkap Sofien, calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat PKS Kabupaten Aceh Tamiang (Korea Utara). Penangkapan terjadi pada Sabtu, 25 Mei 2024 di sebuah toko pakaian.

Sebelum ditangkap, Sophoan ditemukan bersembunyi di hutan setelah dinyatakan buron menyusul kasus peredaran 70 kilogram sabu.

“Dia naik bus ke Palembang, tiga kali ganti ke Medan di Amplas, lalu naik bus F ke Tamiang. Dia ketemu istrinya sebentar lalu berangkat. Dia langsung ke hutan di taman atas.” . Wakil Direktur Keempat Bidang Anti Narkoba Bareskrim Wakil Kompol Chim Bunyuta, Jumat (31/5/2024).

Hal itu dilakukannya setelah mengetahui dirinya akan diburu polisi karena tak bisa menghubungi adik iparnya itu. Bahkan, Sophoan memaksakan diri untuk tidak merayakan Idul Fitri bersama istri dan keluarganya untuk menghindari penangkapan polisi.

Dia melarikan diri selama dua bulan, bertanya-tanya mengapa tidak ada yang mencari polisi. “Kami jalan-jalan sebentar di sekitar kafe, tapi takutnya berlebihan,” jelasnya sebelum mengendarai sepeda motor.

Saat bersembunyi, Sophoan diberitahu bahwa dia pernah bertemu istrinya sekali. Sebab saat itu istrinya sedang hamil atau hamil.

“Dia istrinya yang sedang hamil enam bulan,” tutupnya.

 

Bareskrim Polri Badan Reserse Narkoba IV menangkap Sobyan, calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah PKS Aceh Tamiang (Korea Utara). Berdasarkan rekaman CCTV, penangkapan terjadi pada Sabtu, 25 Mei 2024 di sebuah toko pakaian.

Dalam rekaman CCTV, Sophoan kedapatan sedang berbelanja atau hendak membeli celana. Selama itu ia sesekali mencoba ukuran atau jeans Levi’s.

Kemudian pada 15.57.06 dia terlihat tersenyum. Saya tidak tahu apa yang dia tertawakan. Beberapa saat kemudian, pada pukul 15.57.18, seorang polisi yang mengenakan ransel terlihat memasuki toko dan mendekati Sophon sambil memegang celananya.

Petugas kemudian langsung berkoordinasi dengan petugas lainnya untuk mengetahui apakah yang diincar adalah Sophy atau bukan. Setelah mengiyakan, pria tersebut langsung memeluk Sophon dan mengajaknya keluar toko.

Gara-gara kejadian tersebut, banyak orang yang hadir di tempat itu terdiam dan terpana.

Namun, sebelum meninggalkan toko pakaian. Para ahli awalnya memeriksa nama Sophoan.

“Coba kita periksa, di mana sepeda motornya?” Tanya seorang petugas.

Sophan menjawab, “Dia sudah pergi, Tuan.”

“Motor ini ada di depan dan motor yang anda bawa. Dimana kunci motornya?” Tanya petugas itu lagi.

Sophoan menjawab, “Tidak apa-apa.

Pejabat itu melanjutkan: “Jadi sepeda motor mana yang menggunakan kunci tersebut? “Kami tidak mau ambil motornya, tapi kalau di sini pasti hilang, jadi tanggung jawab kami.”

Ia menambahkan: “Saya ingin serahkan kepada pemilik bengkel, pemilik bengkel, nanti motor ini akan kami serahkan.”

Pemilik toko berkata: “Pak, kami tidak berani, kami takut.

“Baiklah, makanya kami punya kuncinya, kami ambil,” kata petugas itu. Kami akan memberikan sepeda motor itu kepada keluarga Anda.

 

Pihak berwenang yang menangkap kemudian memborgol Sophoan. Nanti di video selanjutnya yang didapat merdeka.com, Sophon diinterogasi di sebuah ruangan.

“Dari obat BarreScrim ini surat perintah penangkapan saya, ini nama saya, ini surat perintah penangkapan anda, tanggal penangkapan anda tanggal 25, jadi ini surat perintah penangkapan saya, nama saya dan nama anggota saya, jadi jelas “Iya, anda ditangkap Narkotika BarreScrim,” kata salah satu pejabat dalam video tersebut, Selasa, 28 Mei 2024.

“Apakah kamu memahami masalah itu?” Soal permasalahan kakak ipar saya kasus di lampung, anda memahaminya dengan jelas dan tidak apa-apa, yang menangkap saya adalah konten saya sendiri. Konten akan dihapus. “Dia melanjutkan.

 

Koresponden: Noor Habibi

Sumber: Merdeka.com

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *