Thu. May 23rd, 2024

Epiblepharon, Kelainan Lipatan Kulit Berlebih pada Kelopak Mata yang Ganggu Penglihatan

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Epiblepharon merupakan salah satu penyakit yang mungkin masih asing di telinga, terutama bagi orang tua yang memiliki anak dengan gangguan mata.

Cacat ini, meski tidak mengancam nyawa, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang luar biasa bagi anak yang mengalaminya, seperti dijelaskan oleh konsultan dokter mata Tri Rejeki Herdiana yang juga merupakan ketua layanan okuloplastik dan rekonstruksi orbital.

“Epiblepharon adalah kelebihan kulit pada kelopak mata sehingga mendorong kelopak mata,” ujarnya pada acara peluncuran pengabdian masyarakat bedah mata pertama di Indonesia di Jakarta (11/5/2024) JEC.

Kondisi ini dapat menyebabkan mata terasa nyeri, nyeri, gangguan pada tulang kornea (keratopati), gangguan penglihatan, dan peningkatan ukuran lensa silinder (akibat kerusakan kornea).

Tree mengatakan Epiblepharon merupakan cacat lahir langka yang kebanyakan terjadi pada anak-anak.

Menurut American Association of Ophthalmologists and Strabismus, kerutan bisa terjadi di kelopak mata atas atau bawah, namun paling sering terjadi di kelopak mata bawah. Hal ini disebabkan oleh otot kelopak mata yang tidak menempel dengan baik pada bagian depan kelopak mata.

Epiblepharon juga lebih banyak terjadi pada anak-anak Asia, yakni sebesar 90,7 persen. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata.

Meski terkesan tidak berbahaya, namun Anda perlu berhati-hati dengan Epiblepharon karena mengganggu kenyamanan, dapat menyebabkan iritasi mata dan gangguan penglihatan.

Terkadang anak tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak biasa pada dirinya, termasuk kondisi matanya. Jadi, Epiblepharon akan sangat sulit dideteksi jika anak tidak terlalu menderita atau matanya sudah sakit.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memberikan perhatian khusus dan rutin memeriksa kondisi mata anak.

“Perhatikanlah kelopak mata anak anda. Kalau ada yang aneh, bawalah ke dokter. Kalau misalnya matanya tampak berair, ambil juga. Kalau kelopak matanya berbeda, jangan tunggu sampai besar. Konsultasikanlah dengan mereka, “ucap Terry.

Selain itu, gejala lainnya adalah: Sensasi benda asing pada mata: Hal ini terjadi karena mata menyentuh permukaan mata dan menyebabkan iritasi. Mata merah dan iritasi: Iritasi dapat disebabkan oleh gesekan kelopak mata dengan mata. Menggosok mata secara teratur: Menggosok mata dapat memperburuk iritasi. Sakit mata dan kepekaan terhadap cahaya: Gejala ini sering muncul saat anak menunduk (misalnya saat membaca) karena hal ini meningkatkan sirkulasi internal pada kelopak mata dan mata.

Prosedur yang dapat dilakukan untuk kelainan mata Epiblepharon adalah operasi okuloplastik dan rekonstruksi mata.

“Perubahan mata yang tidak normal sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, lebih sering lagi jika operasi okuloplastik dan rekonstruksi mata tidak segera dilakukan, kelainan pada mata tersebut bahkan dapat menyebabkan risiko kebutaan,” kata Tree.

Namun masih banyak orang yang mengabaikan kelainan kelopak mata. Bahkan ada pula yang akhirnya menyerah meski merasa tidak nyaman dan berakhir di usia dewasa.

Padahal, jika dibiarkan, Epiblepharon berisiko menyebabkan gangguan pada mata, seperti penglihatan kabur dan mata silindris.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *