Sun. Jun 16th, 2024

Plaza Indonesia Minta Maaf karena Insiden Pemukulan Anjing K-9, Warganet Desak Pelaku Tanggung Jawab

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Manajemen mall ternama di Jakarta Pusat, Plaza Indonesia, mengeluarkan pernyataan permintaan maaf atas laporan kekerasan terhadap anjing K-9 yang dilakukan salah satu petugas keamanannya. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @plazaindonesia pada Kamis, 6 Juni 2024.

“Kepada pelanggan kami yang berharga, dengan ini kami sekali lagi meminta maaf atas insiden yang melibatkan agen K9 di gedung kami.” “Fay, Malinois Belgia berusia dua tahun, telah bersama kami sejak Januari 2024. Kami selalu menjaga integritas dan memberikan standar terbaik dan etika tanpa menerima berbagai bentuk kekerasan terhadap hewan,” tulisnya dalam keterangannya.

Sebelumnya presenter Robi Purba mengunggah video di akun Instagram @robbipurba pada Kamis 6 Juni 2024. Video tersebut memperlihatkan salah satu petugas keamanan memukul kepala anjing K-9 yang dikenal sebagai anjing penjaga.

“Aku bersumpah, sungguh menyakitkan melihat ini.” Silakan selidiki manajemen @plazaindonesia. Terima kasih… Saya tidak akan take video ini sampai ada penjelasan dan tindak lanjut atas tindakan yang dilakukan secara terbuka kepada publik,” tulis Robi dalam keterangan videonya.

Video tersebut kemudian menjadi viral dan menuai kemarahan netizen di kolom komentar.

“Tombol setuju boikot @plazaindonesia sampai masalah ini jelas (siapa nama securitynya, anjingnya di mana sekarang, dll.) Kepala security/manajemen harus kuat di tempat seperti Plaza Indonesia,” tulis salah satu warganet.

“Sungguh sangat emosional untuk ditonton! Siapa anjing sebenarnya??????? Ya Tuhan,” kata netizen lainnya.

 

Setelah video tersebut viral, Plaza Indonesia pun mengomentari video yang diposting Robi tersebut. Mereka pun mengucapkan terima kasih karena telah melaporkan kejadian tersebut.

“Dear Robbie Purba, Terima kasih atas laporannya. Saat ini tim kami sedang menyelidiki laporan yang kami terima di video tersebut. Plaza Indonesia akan memberikan peringatan dan mereka akan mengambil tindakan tegas terhadap aparat keamanan terkait. Terima kasih,” tulis @plazaindonesia di kolom komentar.

“Plaza Indonesia kemudian melakukan audit kembali atas kejadian tersebut dan menetapkan bahwa petugas keamanan tidak memenuhi standar operasional Plaza Indonesia,” tulisnya dalam keterangannya, juga memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan pihak tersebut.

Manajemen Plaza Indonesia melakukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter hewan untuk memastikan anjing bernama Faye tersebut dalam keadaan sehat.

“Setelah dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, saya tidak menemukan adanya memar, benjolan, atau pendarahan apapun,” kata dokter hewan yang memeriksanya.

Ia juga mengatakan respon anjing tersebut masih baik. Bagian tubuhnya seperti mata, telinga, dan area lainnya masih dalam kondisi baik, dan Faye dipastikan dalam keadaan sehat.

 

Merasa permintaan maaf saja tidak cukup, banyak netizen yang meminta pelaku untuk menunjukkannya kepada publik. Mereka tidak puas jika identitas pelaku kejahatan tidak terungkap ke publik.

“Dimana pelakunya?” Dimana permintaan maaf dan tanggung jawabnya?” tulis akun @robetbet di kolom komentar.

“Di mana detail pelaku intimidasi itu?! Bagikan penjual dan/atau orang yang melakukan kejahatan tersebut, sehingga kita dapat melihat apakah perusahaan lain dapat memastikan hal ini tidak terjadi pada situasi lain,” tulis akun @andreaslukita_.

“@plazaindonesia dimana satpam yang menabrak anjingnya, minta maju dan minta maaf! Buka wajahnya, kenapa pakai anjing untuk pemeriksaan keamanan padahal sudah ada bekas bom dll?” tulis @riomotret.

Banyak juga netizen yang marah karena Plaza Indonesia terus menggunakan anjing untuk pemeriksaan keamanan. Mereka meminta untuk tidak mempekerjakan anjing keamanan tambahan.

“@plazaindonesia Bisakah mal berhenti menggunakan anjing sebagai pemeriksaan keamanan untuk memasuki mal Anda??! Sedih banget anak-anak selalu kepanasan tapi kalau kering jarang mendapat minuman, bisa” Saya tidak akan minta minum kecuali laki-laki atau penjaga itu. “, tulis warganet lainnya.

Anjing dalam hal ini adalah Belgian Malinois dan termasuk dalam kategori anjing K-9. Apa itu anjing K-9?  Anjing pencari atau K-9 juga merupakan anjing yang dilatih khusus untuk membantu petugas penegak hukum.

Merujuk situs resmi Sahabat-polisi.or.id pada Jumat (6/7/2024), anjing telah terlibat dalam membantu polisi dalam penegakan hukum sejak Abad Pertengahan (sekitar abad ke-15).

Ras anjing yang digunakan sebagai anjing pelacak antara lain German Shepherd, Rottweiler, Doberman Pinscher, Labrador Retriever, Belgian Malinois, Giant Schnauzer, Boxer, Great Dane, Bullmastiff, dan Staffordshire Terrier. temukan, dan temukan. Dengan cara ini, anjing ini bisa dilatih dan akhirnya menjadi anjing polisi.

Pemilihan ras anjing disesuaikan dengan kebutuhan departemen atau unit K-9. Setelah itu, anjing-anjing tersebut akan mendapat pelatihan terlebih dahulu, dalam hal kepatuhan, perlindungan, pencarian, deteksi, dan penangkapan penjahat.

Anjing juga dapat dilatih untuk mendeteksi narkotika dan bahan peledak. Jadi, secara umum tugas anjing pelacak adalah membantu petugas polisi dalam mendeteksi zat terlarang, membantu menemukan orang hilang, dan menjaga perdamaian.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *