Tue. Jun 25th, 2024

Suhu Panas Mulai Turun, Bangladesh Kembali Buka Sekolah

matthewgenovesesongstudies.com, Dhaka – Sekolah di Bangladesh dibuka kembali pada Minggu (5/5/2024), setelah gelombang panas. Bangladesh mengalami suhu panas melebihi 40 derajat Celsius.

Negara ini enggan membuka kembali sekolah di tengah tekanan untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian bagi sekitar 33 juta siswa.

Sementara itu, gelombang panas terburuk dalam 70 tahun terakhir menyebabkan suhu naik hingga 43,8 derajat Celsius pada pekan lalu.

Banyak orang meninggal karena suhu tinggi. Para ahli memperingatkan bahwa suhu yang lebih hangat dapat memperburuk dan memperlebar kesenjangan pembelajaran, dikutip laman VOA Indonesia Selasa (7/5).

Orang tua menerima keputusan ini.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim membuat gelombang panas lebih sering terjadi, lebih parah, dan lebih lama di musim panas.

Badan Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan satu dari tiga anak di dataran rendah Bangladesh, atau hampir 20 juta anak, merasakan beban terberat akibat perubahan iklim setiap hari.

Secara terpisah, kebakaran terjadi pada Sabtu (4/5) di tengah gelombang panas dan menyebar ke Sundarbans, hutan bakau terbesar di dunia dan habitat Harimau Royal Bengal, kata pejabat yang bertanggung jawab.

Gelombang panas ekstrem juga menyebabkan kekurangan air dan seringnya pemadaman listrik. Jadi masyarakat mengalami kesulitan.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menegaskan, suhu panas yang terjadi di Indonesia belakangan ini bukan akibat gelombang panas. Berdasarkan karakteristik dan indikator statistik pengamatan suhu yang dilakukan BMKG, fenomena cuaca panas tersebut tidak dapat digolongkan sebagai gelombang panas.

Benar, saat ini suhu maksimum di Thailand mencapai 52 derajat Celcius di berbagai negara Asia seperti Thailand. Di Kamboja yang mencapai suhu tertinggi dalam 170 tahun terakhir, minggu ini 43 derajat Celcius. di Indonesia “Tidak, suhu panas seperti biasanya,” kata Dwikorita kepada wartawan, Senin (6/5/2024).

Dwikorita menjelaskan, kondisi maritim di sekitar Indonesia dengan suhu laut yang hangat dan topografi pegunungan menyebabkan pergerakan udara meningkat. Oleh karena itu, kenaikan suhu yang berlebihan dapat dihindari melalui hujan sesekali yang mendinginkan permukaan. Hal inilah yang menyebabkan gelombang panas tidak terjadi di kepulauan Indonesia.

Dwikorita mengatakan, peningkatan suhu yang terjadi disebabkan oleh peningkatan suhu permukaan akibat berkurangnya pembentukan awan dan berkurangnya curah hujan. Hal ini serupa dengan kondisi “mati rasa” yang dialami masyarakat Indonesia akhir-akhir ini.

Ia mengatakan, fenomena tersebut biasa terjadi pada masa peralihan musim hujan ke musim kemarau, karena kombinasi pengaruh panas dan kelembaban permukaan yang masih relatif tinggi pada masa peralihan tersebut.

Masa transisi ini biasanya ditandai dengan pagi yang cerah, sore yang hangat dengan pertumbuhan awan yang cepat seiring dengan kenaikan suhu udara, dan disusul hujan pada sore atau sore hari, jelasnya.

Sedangkan pada malam hari, kondisi panas serupa bisa dialami jika langit masih mendung dengan suhu dan kelembapan udara relatif tinggi. Selain itu, jika hujan mulai turun, udara secara bertahap akan menjadi dingin.

Sementara itu, Anggota Parlemen Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan suhu udara maksimum tertinggi di Indonesia selama sepekan terakhir tercatat 37,8 derajat Celcius di Palu pada 23 April. Suhu udara maksimal di atas 36,5 derajat Celcius tercatat di beberapa wilayah lain, yakni 37,0 derajat Celcius di Medan, Sumatera Utara pada 21 April, 37,8 derajat Celcius di Soumlaki, Kepulauan Maluku, dan 37,8 derajat Celcius di Soumlaki, Maluku pada 23 April. Di Palu, Sulawesi Tengah, suhu mencapai 36,8 derajat Celcius.

Berdasarkan hasil pemantauan jaringan pemantauan BMKG, hanya delapan persen wilayah Indonesia (56 zona musiman atau ZOM) yang memasuki musim kemarau hingga awal Mei 2024, kata Ardhasena.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *