Mon. May 27th, 2024

Ternyata Ini Alasan Bea Cukai Super Ketat Awasi Barang Impor

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Dirgan) Eskolani mengungkap alasan ketatnya pengawasan dan penegakan bea dan cukai terhadap barang impor ilegal dan bermasalah. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan kepentingan negara.

Eskolani mengatakan akan mengganggu perekonomian Indonesia jika barang impor ilegal dibiarkan masuk ke dalam negeri.

“Kalau tidak diatasi, perekonomian bisa terganggu,” kata Asculani kepada media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2024).

Escolani mencontohkan, beberapa barang ilegal yang dapat menimbulkan kerugian negara adalah rokok dan pita cukai ilegal. Menurut dia, kelompok barang tersebut menguasai hasil tindakan penindakan yang dilakukan bea dan cukai.

“Persepsi kita terhadap rokok ilegal dan pita cukai sangat besar dan jika barang ilegal dibiarkan masuk ke dalam negeri maka dapat mengganggu perekonomian legal,” jelasnya.

Masuknya produk impor ilegal lainnya berpotensi merugikan UMKM lokal, ujarnya. Alhasil, harga pokok penjualan lebih murah dibandingkan pasar lokal.

Sementara Hong Kong, China, Malaysia menjadi negara sumber terbesar barang impor ilegal ke Singapura. Sedangkan produk ilegal yang berhasil disita bea cukai antara lain produk olahan tembakau serta produk makanan dan minuman.

“Operasi terbanyak berasal dari Hongkong, baik barangnya berasal dari Tiongkok, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Singapura. Dari sana Bea dan Cukai mengambil operasional dari sana berupa produk tembakau, tekstil, obat-obatan, minuman beralkohol, serta makanan dan minuman, ” jelasnya.

Ditulis oleh: Suleiman

Sumber: Merdeka.com

Sebelumnya, Menteri Keuangan (MENKU) Muliani melaporkan sejumlah permasalahan yang terjadi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Rabu (15/5/2024). Hal ini menyusul kinerja Bea dan Cukai yang viral di media sosial.

“Saya lapor ke pihak bea dan cukai dan apa yang terjadi situasi tersebut di hadapan seluruh jajaran di bidang viral, serta alasan dari sisi pengendalian, alasan dari sisi prosedur yang perlu diperbaiki oleh bawahan kita,” kata Pak. kata Mullaney. Wartawan usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Menurut dia, permasalahan bea dan cukai terjadi karena teknologi berkembang sangat pesat. Selain itu, volume aktivitas yang sangat besar dan kemacetan juga menjadi penyebabnya, kata Pak Mulaney.

“Semuanya akan kami jaga dan terus lakukan langkah perbaikan,” jelasnya.

Namun Muliani tidak membeberkan tanggapan Jokowi terhadap permasalahan bea dan cukai tersebut. Ia bungkam saat ditanya apakah Jokowi akan menggelar pertemuan khusus membahas masalah kepabeanan dan cukai.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengetahui banyaknya kasus yang terjadi di masyarakat di Badan Administrasi Bea dan Cukai (KmenKU) Kementerian Keuangan. Jokowi menyatakan akan menggelar pertemuan untuk menilai kinerja bea dan cukai.

“Iya nanti kita selesaikan dalam rapat internal,” kata Jokowi, Selasa (14/5/2024) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Badan Administrasi Bea dan Cukai kini menjadi sorotan karena sejumlah kejadian yang diberitakan masyarakat dan viral di media sosial. Salah satunya adalah impor peti mati yang dikenakan bea masuk sebesar 30 persen.

Selanjutnya, netizen mengunggah video keluhan mereka ke bea dan cukai saat membeli sepatu bola dari luar negeri seharga 10,3 juta euro. Keluhan tersebut muncul karena adanya pesan dari pihak jasa pengiriman bahwa orang tersebut harus membayar pajak impor sebesar 31,81 juta euro.

Baru-baru ini, mantan Kepala Kementerian Bea dan Cukai Rahmadi Effendi Hothana diberhentikan, setelah hasil pemeriksaan internal Bea dan Cukai menemukan tanda-tanda konflik kepentingan dan penyalahgunaan wewenang.

“Kami mencopot REH dari jabatannya efektif Kamis 09 Mei 2024 untuk mendukung kelancaran penyidikan internal atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum terkait. penyalahgunaan kekuasaan,” kata Direktur Komunikasi dan Bimbingan. kata Pengguna Jasa Bea dan Cukai Nirwala Devi Harantu dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/5/2024).

Pemeriksaan internal yang dilakukan Bea dan Cukai sejalan dengan upaya organisasi untuk menciptakan organisasi yang bertanggung jawab.

“Peninjauan lebih lanjut akan memeriksa pedoman ini termasuk kelengkapan dan keakuratan laporan LHKPN. Ini prosedur kami dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik,” tambah Nirwala.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *