Wed. May 22nd, 2024

Update Kecelakaan Kapal Penangkap Ikan di Korea Selatan, 3 dari 7 ABK WNI Tewas

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Sebanyak empat anak buah kapal (ABK) dilaporkan tewas dalam kecelakaan dua kapal nelayan Haensinho yang tenggelam di Laut Selatan Yeosu pada Minggu (10/03/2024). Tiga orang warga negara Indonesia (WNI) dan satu orang warga negara Korea Selatan.

“Penjaga Pantai Korea (KCG) masih mencari lima awak kapal yang tersisa, termasuk empat awak kapal asal Indonesia dan satu awak kapal asal Korea Selatan,” kata Judha Nugraha, Direktur Perlindungan Sipil Indonesia dan BHI, dalam pernyataannya. Minggu (10/3)

Judaha mengatakan KBRI Seoul telah mengirimkan tim ke Tongyeong untuk melindungi WNI. Perjalanan darat dari Seoul memakan waktu kurang lebih 5 jam.

“Tim bekerja sama dengan KCG dalam proses pencarian dan Rumah Sakit SAE Tongyeong dalam penanganan jenazah,” tambah Judaha.

Sejauh ini Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah berhasil menghubungi seluruh keluarga WNI untuk menginformasikan perkembangan proses pencarian dan pembuangannya.

Pada Sabtu (3/9), muncul kabar tenggelamnya kapal nelayan yang awak kapalnya berkewarganegaraan Indonesia, yang ditanggapi KBRI.

“Pada Sabtu (3 September), KBRI Seoul mendapat informasi dari pemerintah Korea terkait tenggelamnya 2 kapal nelayan Haesinho di perairan Korea akibat kecelakaan. Ada dua awak kapal asal Korea dan tujuh awak Indonesia di dalamnya,” kata Jutha Nugraha dalam keterangan sebelumnya.

Judha mengatakan, pada pukul 13.00 WIB, tiga awak kapal, termasuk dua awak kapal asal WNI dan satu awak kapal asal Korea Selatan, ditemukan tidak sadarkan diri.

“Setelah mendapat perawatan intensif di RS SAR Tongyeong, ada tiga orang yang meninggal dunia,” jelas Judha.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan di Jepang pada kapal yang membawa awak WNI. Pada Minggu (3 Maret 2024), seluruh ABK WNI selamat dari kecelakaan saat menangkap ikan tuna. Hal ini dibenarkan oleh KBRI Tokyo.

“KBRI Tokyo mendapat informasi dari Japan Coast Guard (JCG) di Shimoda. Prefektur Shizuoka Tentang kecelakaan kapal tuna Fukuei-Maru No. 8 yang kandas di Kepulauan Izu, Tokyo, Jepang. 3 Maret 2024.” – kata KBRI dalam keterangannya yang dikeluarkan Selasa (5/3) di Tokyo.

Kapal sial itu berlayar dari pelabuhan Kagoshima. di Prefektur Kagoshima Awak kapal berjumlah total 25 orang, termasuk kapten, dua perwira, dan 22 awak kapal. Dari 25 orang tersebut, 20 orang merupakan warga negara Indonesia.

Kecelakaan perahu sebelumnya di Korea Selatan (Korea Selatan) melibatkan kapal nelayan “32 Myungminho” yang terbalik di laut dekat Pulau Jeju. Pada Selasa malam, 29 Desember 2020, sekitar pukul 19.45 waktu setempat.

Kecelakaan terjadi dalam kondisi cuaca ekstrem, disertai angin kencang, gelombang tinggi, dan suhu rendah.

Malam harinya, KBRI Seoul mendapat informasi dari Korean Coast Guard (KCG) bahwa tiga dari tujuh awak kapal tersebut merupakan warga negara Indonesia berinisial IHP, S dan DIS.

“KBRI Seoul telah memastikan identitas ketiga WNI tersebut dan menghubungi keluarganya di kampung halaman. Pada Rabu pagi tanggal 30 Desember 2020, tim KBRI Seoul telah berada di Pulau Jeju untuk mengkoordinasikan langsung kegiatan SAR KBRI Seoul,” jelas pihak tersebut. KBRI Seoul menerima keterangan tertulis pada Kamis (31/1). 1). 12/2020)

Perdana Menteri Korea Selatan memerintahkan operasi gabungan yang melibatkan 964 karyawan KCG, polisi, dan pemadam kebakaran. dan Angkatan Laut Korea Selatan beserta 8 helikopter dan kapal penyelamat

Dalam kondisi medan yang sulit dan cuaca buruk, “32 Myungminho” mampu melayang terbalik dan terseret mendekati daratan. Tim SAR ikut serta dalam operasi penyelamatan awak kapal yang saat itu masih terdampar di kapal, operasi dihentikan sementara pada malam tanggal 30 Desember 2020 karena kondisi cuaca yang sangat buruk.

Kondisi cuaca buruk terus berlanjut hingga Kamis, 31 Desember 2020, mengakibatkan kapal akhirnya tenggelam hingga permukaan laut tidak terlihat lagi.

Sore harinya, Komandan KCG di Pulau Jeju menginformasikan kepada tim KBRI Seoul bahwa tujuh awak kapal hilang di laut.

Tim SAR kemudian menyatakan menemukan jenazah awak kapal asal Korea Selatan tersebut. Selain itu, beberapa barang terdampar di darat. Di dalamnya juga terdapat barang-barang yang mungkin milik salah satu awak kapal asal Indonesia.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *