Sun. Jun 16th, 2024

Kakak SYL, Tenri Olle Yasin Limpo Dapat Jatah Bulanan Rp10 Juta dari Kementan

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Mantan Sekretaris Badan Karantina Wisnu Haryana mengungkapkan Menteri Pertanian (Kementan) memberikan uang kepada saudara mantan Menteri Perdagangan Syahrul Yasin Limpo (SYL), Tenri Olle Yasin Limp. Dalam satu bulan, Tenri bisa berinvestasi Rp 10 juta.

Hal itu diungkapkan Wisnu saat dikonfirmasi kuasa hukumnya saat melihat Tenri dalam proses penyidikan penuntutan dan pemecatan SYL dkk, Senin (20/5) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/5/). 2024). ).

“Ada yang diminta memberi Rp 10 juta per bulan,” tanya pengacara.

Diakui Wisnu, ada pelatihan rutin saat Ali Jamil mengepalai Badan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Menurut Wisnu, Ali memerintahkannya untuk memberikan Tenri, ahli tim karantina bulan. Tentu saja, kakak SYL tidak ada hubungannya.

“Iya, saat itu kepala badannya (Badan Karantina Kementerian Pertanian) adalah Pak Ali Jamil. Beliau memberikan instruksi untuk menghormati Bu Tenri sebagai ahli di Kementerian Pertanian saat itu,” kata. Wisnu.

“10 juta sebulan?” tanya pengacara itu.

“10 juta per bulan,” kata Wisnu.

“Apakah itu berhasil atau berhasil?” tanya pengacara itu.

“Hanya kehormatan, Tuan,” kata Wisnu.

Wisnu mengatakan kehormatan Tenri bertahan selama dua tahun. Uang ditransfer langsung ke Tenri.

“Ganti kan?” tanya pengacara itu.

“Perubahan yang tepat,” kata Wisnu.

“Siapa?” tanya pengacara lain.

“Segera temui Bu Tenri,” kata redaksi.

Wisnu mengaku belum mengetahui siapa yang meminta uang Rp 10 juta kepada Tenri. Ia mengaku hanya mengikuti perintah Ali Jamil.

 

Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) diketahui menerima uang Rp 450 juta dari anak buahnya untuk keperluan pribadi di masa pandemi Covid-19. 

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Kementerian Pertanian (Kementan), Andi Nur Alamsyah saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2024).

Saat itu, Andi bercerita dirinya menjabat Direktur Alat dan Mesin (Alsintan) Kementerian Pertanian pada tahun 2021. Ia mengaku mendapat panggilan dari ADC Ali Jamil, Panji untuk mengeluarkan dana sebesar 450 juta dolar AS padahal saat itu ia masih menjabat. . didiagnosis mengidap Covid-19. Pada tahun itu, Ali menjabat sebagai Direktur Jenderal Departemen Pertanian dan Utilitas di Kementerian Pertanian.

“Bolehkah saksi menceritakan apa yang dilihat saksi dalam pesan eselon II dan eselon I, apakah ada yang perlu dimintai bantuan keluarga Pak Yasin Limpo saat itu?” tanya hakim di pengadilan.

“Di saya sebagai ketua Alsintan ada dua pengurus. Beberapa waktu di tahun 2021, Panji ADC, Pak Ali Jamil (Dirut PSP) menelpon saya, saat itu saya kena Covid, minta Rp 450,” kata Andi.

Andi setuju SYL butuh uang. Ujung-ujungnya tidak ada uang.

“Karena kita tidak punya, kita tidak melakukannya,” kata Andi.

Andi mengatakan dia tidak menginvestasikan uang tersebut karena menurutnya itu sepadan. Namun akhirnya, ada permintaan lain yang telah diajukan.

“Ada situasi yang kami tolak karena tidak memenuhi standar dan aturan serta SOP, namun banyak permintaan yang kami penuhi karena Pak Kasdi selalu meminta dan Pak Panji akan memenuhinya,” pungkas Andi.

 

Penulis: Rahmat Baihaqi

Sumber: Merdeka.com

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *