Sun. Jun 16th, 2024

Kemenkes Rilis Peringatan Dini Waspada Demam Berdarah untuk Wisatawan di Bali

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan dini meminta wisatawan domestik dan mancanegara mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sedang meningkat di Bali. Namun, mereka belum bisa memastikan jumlah kasus DBD di kalangan wisatawan di Pulau Dewata.

Kami juga meminta media lokal mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit demam berdarah. Melansir Antara, Imran Pambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, mengatakan, Rabu (17/4/2024): Penyakit ini biasanya meningkat di awal tahun.

Pernyataan tersebut dilontarkan menanggapi kasus seorang turis asal Queensland, Australia, yang terjangkit demam berdarah saat berlibur 10 hari di Bali. Kasus ini menarik perhatian media asing, Daily Mail.

Pambodi mengatakan, Kementerian Kesehatan juga mengeluarkan surat edaran kepada seluruh layanan kesehatan tentang kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah. Selain itu, mereka memastikan bahwa tempat tidur rumah sakit dan obat-obatan tersedia untuk pasien.

Dia berkata: Kami selalu memberikan laporan umpan balik bulanan.

Bali selalu menjadi pusat perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Belum lama ini, ada libur panjang Idul Fitri di Indonesia yang membuat Bali dipenuhi wisatawan.

Namun berdasarkan pantauan, situasi kasus DBD di Bali masih aman menjelang Hari Raya Idul Fitri pada Rabu, 10 April 2024, kata Pambudi. Kementerian Kesehatan belum menerima laporan kekurangan atau keadaan darurat demam berdarah di daerah tetangganya, Pulau Lombok.

Sebelumnya, dalam laporan yang dimuat pada Sabtu, 13 April 2024, Daily Mail mengimbau wisatawan berhati-hati saat berwisata ke Bali karena peningkatan kasus demam berdarah yang signifikan di wilayah tersebut.

“Seorang wanita Queensland yang tidak beruntung mendapat infus saat berada di kamar rumah sakit di Ubud, pulau populer di Indonesia,” kata publikasi tersebut.

Kisah liburan di Bali dibagikan melalui akun Facebooknya. Turis tersebut menulis bahwa dia belum pernah melihat atau digigit seekor nyamuk pun, namun dinyatakan positif terkena demam berdarah.

Melansir news.com.au, pada Rabu (17/4/2024) wisatawan Teeji Barratt memperingatkan bahwa penyakit yang dibawa nyamuk kini “merajalela” di pulau tujuan liburan tersebut.

“Semuanya harap berhati-hati dan tutupi (permukaan kulit Anda) dengan obat nyamuk,” katanya. “Saat ini sedang terjadi demam berdarah.

Namun, dia bersyukur bisa dilindungi asuransi rumah sakit. 

Beberapa penumpang dilaporkan membanjiri media sosial dengan cerita mereka tentang rasa sakit yang luar biasa, muntah-muntah yang tidak terkendali, dan suhu tubuh yang melonjak di atas 39 derajat Celcius akibat demam berdarah. Wisatawan lain juga melaporkan kasus demam berdarah di wilayah Bangli, Kabupaten Bali, meningkat sekitar 65 persen dibandingkan tahun lalu.

Media lokal melaporkan peningkatan kasus demam berdarah yang “signifikan” pada awal tahun 2024. Menurut Jahan, demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk, gejalanya antara lain sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, pembengkakan kelenjar, dan ruam kulit. Organisasi Kesehatan (WHO).

Menurut WHO, “Tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah. Fokusnya adalah mengobati gejala nyeri.”

Otoritas kesehatan Australia telah melaporkan peningkatan infeksi demam berdarah pada orang-orang yang kembali dari Bali dalam beberapa tahun terakhir. Mereka merekomendasikan warganya untuk menggunakan layanan konsultasi perjalanan yang cerdas. 

Pemerintah Australia juga menyarankan pengunjung ke Bali untuk menggunakan obat nyamuk, mengenakan pakaian panjang, longgar, berwarna terang dan memastikan bahwa area di mana perlindungan nyamuk telah diperintahkan tetap berada di tempatnya. Juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia memperingatkan bahwa demam berdarah sering terjadi selama musim hujan di Indonesia, yang berlangsung dari bulan November hingga Maret.

Katanya: Cara terbaik mencegah demam berdarah adalah dengan mencegah gigitan nyamuk.

Indonesia menarik lebih dari satu juta wisatawan Australia setiap tahunnya karena kombinasi kekuatan budaya, keindahan alam, dan harga yang terjangkau. Berdasarkan data Bupa Travel Insurance, destinasi wisata tropis ini akan menjadi destinasi teratas warga Australia pada tahun 2023, disusul Amerika Serikat dan Selandia Baru.

Mengingat tingginya risiko tertular demam berdarah di Indonesia, Pemerintah Australia menghimbau seluruh wisatawan untuk membaca Indonesia Travel Guide di Smarttraveller sebelum melakukan perjalanan. Ia juga meminta pemudik memperhatikan anjuran terkait pemeriksaan penyakit menular dan demam berdarah.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *